Viral Skandal Suami Clara Shinta, Begini Kata Buya Yahya Soal Perselingkuhan dalam Islam
Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar dugaan perselingkuhan yang melibatkan suami selebgram Clara Shinta. Isu ini mencuat setelah Clara Shinta secara terbuka membagikan sejumlah bukti yang diduga menunjukkan adanya hubungan terlarang antara suaminya, Muhammad Alexander Assad, dengan seorang wanita lain.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu beragam reaksi dari netizen. Tidak sedikit yang mengecam tindakan tersebut, sementara lainnya justru menyoroti langkah Clara yang dianggap terlalu terbuka dalam membagikan masalah rumah tangga ke ruang publik. Scroll lebih lanjut yuk!
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul informasi bahwa dugaan perselingkuhan tersebut melibatkan aktivitas video call bersifat intim atau video call sex (VCS). Hal ini pun menambah keprihatinan publik terhadap fenomena perselingkuhan yang kian marak di era digital.
Di tengah ramainya perbincangan, pandangan agama mengenai perselingkuhan kembali menjadi perhatian. Dalam Islam, tindakan tersebut termasuk perbuatan tercela yang mendekati zina dan sangat dilarang. Seorang pendakwah Indonesia, Buya Yahya, turut memberikan nasihat terkait fenomena ini dalam salah satu ceramahnya.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menyoroti kasus seorang pria yang terlibat hubungan dengan wanita lain dan berniat menikahinya. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan segala bentuk komunikasi dengan pihak ketiga tersebut.
“Anda jangan dekat-dekat. Jangan Anda komunikasi, buang nomor teleponnya. Kalau Anda ingin menolongnya,” kata Buya Yahya, dikutip dari YouTube Al Bahjah Tv, Rabu 1 April 2026.
Menurutnya, menjaga jarak secara total merupakan upaya penting untuk menghindari godaan yang dapat memperburuk keadaan. Ia juga mengingatkan bahwa hubungan terlarang berpotensi membuka pintu bagi godaan setan yang semakin menjerumuskan pelakunya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menilai keliru apabila solusi yang diambil justru dengan menceraikan pasangan sah demi menikahi selingkuhan.
"Bukan menolongnya dengan langsung menyuruh cerai lalu Anda nikahi," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah bentuk pertolongan, melainkan memperpanjang kesalahan yang sudah terjadi.
"Cuma, yang Anda lakukan adalah salah dan harus Anda taubat, karena Anda mengganggu istri orang,” terang Buya Yahya.
Dalam pandangannya, baik pihak yang berselingkuh maupun pasangan selingkuhannya memiliki kewajiban untuk segera bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan tersebut.
"Dosa Anda besar kepada Allah, dosa Anda besar kepada sang suami dan dosa Anda besar. dosa Anda besar,” kata Buya Yahya.
“Oleh karenanya, hentikan itu semuanya dan jangan lakukan kepada siapapun lagi,” sambungnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga komitmen dalam pernikahan serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama. Di tengah derasnya arus informasi digital, kebijaksanaan dalam bersikap, baik dalam hubungan pribadi maupun dalam membagikan masalah ke publik, menjadi hal yang semakin krusial.