Sudah Terlanjur Operasi Kelamin Jadi Wanita Lalu Ingin Taubat, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Kata Buya Yahya

Buya Yahya.
Buya Yahya.

 Ulama kondang Buya Yahya memberikan penjelasan penting terkait fenomena yang ramai dibicarakan di media sosial, yakni seseorang yang pernah menjalani operasi perubahan kelamin lalu ingin bertobat dan kembali ke jati dirinya sebagai pria.

Pertanyaan tersebut muncul dari masyarakat yang ingin mengetahui langkah terbaik bagi seseorang yang ingin memperbaiki hidupnya setelah menjalani perubahan fisik yang besar. Dalam ceramahnya, Buya Yahya menekankan bahwa taubat adalah sesuatu yang sangat mulia dan patut disyukuri, bukan justru diragukan atau dicibir. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut bahwa keputusan untuk kembali kepada jalan yang benar adalah hal luar biasa di sisi agama.

“Masyaallah, sesuatu yang dahsyat, agung, luar biasa. Jika seorang hamba dirindukan untuk bertobat, orang bertobat dahsyat,” ujar Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al Bahjah TV pada Selasa, 14 April 2026. 

Menurut Buya Yahya, inti dari persoalan bukanlah pada perubahan fisik semata, melainkan kesungguhan hati untuk kembali kepada jalan yang benar. Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, seseorang yang benar-benar bertobat akan diampuni oleh Allah.

Ia bahkan mengutip makna hadits yang menyebut bahwa orang yang bertobat seakan tidak pernah memiliki dosa sebelumnya.

“Orang bertobat dari dosa seperti tidak pernah punya dosa. Bertobat sudah kita bersyukur kepada Allah. Kita sambut orang bertobat dahsyat,” jelasnya.

Salah satu pertanyaan utama yang sering muncul adalah apakah seseorang yang ingin kembali ke kodratnya harus menjalani operasi tambahan. Buya Yahya menegaskan bahwa hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Menurutnya, menjalani operasi kembali justru berpotensi menimbulkan masalah baru, baik dari segi kesehatan maupun biaya yang besar.

“Kemudian apakah tadi apakah harus operasi lagi? tidak perlu, tidak perlu melakukan hal lain. Apalagi operasinya berat dengan biaya besar, lebih baik uangnya untuk bisa membantu fakir miskin dan lain sebagainya,” ungkap Buya Yahya.

Ia juga menambahkan bahwa operasi tambahan dapat membuka kembali bagian tubuh yang sensitif, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan seseorang.

“Adapun untuk mengoperasi kembali tidak perlu karena operasi apalagi masuk wilayah itu membongkar kembali wilayah aurat besar lagi. Itu adalah permasalahan baru lagi,” lanjutnya.

Selain membahas soal hukum operasi, Buya Yahya juga menyoroti sikap masyarakat yang kerap memberikan komentar negatif atau nyinyir kepada orang yang sedang berusaha memperbaiki diri.

Ia mengingatkan bahwa sikap merendahkan orang lain bukanlah perilaku yang dianjurkan dalam agama. Bahkan, terhadap orang yang melakukan kesalahan pun, umat Islam dianjurkan untuk mendoakan, bukan menghina.

“Yang dari baik menuju jelek pun enggak boleh kita nyinyir dan Nabi melarang. Seorang muslim tidak biasa mencaci, mencaci, mengolok. Tidak,” tegasnya.

Menurutnya, seseorang yang melihat orang lain terjatuh dalam kesalahan seharusnya merasa sedih dan berempati, bukan justru merasa lebih baik dan merendahkan.

“Di saat melihat orang terpuruk, kita doakan kalau bisa Anda tolong. Terpuruk dalam urusan dunia atau terpuruk urusan akhirat,” jelas Buya Yahya.

Dalam penutup ceramahnya, Buya Yahya mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain.

Menurutnya, komentar negatif yang keluar dari mulut seseorang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

“Komentar tidak baik, komentar ngomong asal ngomong pastikan bahwasanya pahami bahwasanya lisan kita akan dihisab ada hitungannya di hadapan Allah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi perubahan orang lain. Jika ada seseorang yang ingin kembali ke jalan yang benar, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memberi dukungan dan doa.

“Kalau ada yang nyinyir, doakan semoga Allah memberikan kesadaran lalu tobat enggak nyinyir lagi selesai,” tutupnya.