Top 7+ Amalan Sunnah Idul Fitri yang Dianjurkan Rasulullah SAW agar Raih Keberkahan

Idul Fitri, amalan Idul Fitri, 7 Amalan Sunnah Idul Fitri yang Dianjurkan Rasulullah SAW agar Raih Keberkahan

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan yang dinantikan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Namun, Idul Fitri bukan sekadar perayaan biasa, melainkan momentum untuk meningkatkan keimanan melalui berbagai amalan yang dianjurkan.

Mengutip data dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), melaksanakan amalan Idul Fitri merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki nilai ibadah besar. Amalan ini bertujuan menyempurnakan ibadah Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antar-sesama manusia agar kembali ke fitrah yang suci.

Berikut adalah 7 amalan Idul Fitri yang utama untuk meraih keberkahan di hari kemenangan:

1. Menunaikan Zakat Fitrah

Zakat fitrah menjadi amalan paling utama yang wajib dikeluarkan setiap Muslim yang mampu sebelum salat Id. Tujuannya adalah menyucikan jiwa dan membantu fakir miskin agar dapat ikut berbahagia di hari raya.

Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Besaran zakat fitrah yang biasanya diberikan adalah makanan pokok seperti beras sebanyak satu sha’ atau setara dengan 2,5 hingga 3 kilogram per orang.

2. Mengumandangkan Takbir

Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sejak malam Idul Fitri hingga menjelang salat Id dimulai. Takbir merupakan bentuk syukur atas petunjuk Allah SWT yang membantu hamba-Nya menyelesaikan puasa.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 185:

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

3. Mandi dan Berhias Diri

Sebelum menuju tempat salat Id, umat Muslim disunnahkan untuk mandi besar untuk membersihkan diri. Selain itu, dianjurkan memakai pakaian terbaik, tidak harus baru, namun bersih dan rapi, serta menggunakan wewangian bagi laki-laki.

4. Makan Sebelum Salat Id

Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri umat Islam justru dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Hal ini untuk menegaskan bahwa waktu puasa telah berakhir.

Berdasarkan hadis riwayat Bukhari, disebutkan bahwa:

"Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sampai beliau makan terlebih dahulu beberapa butir kurma."

5. Melaksanakan Salat Idul Fitri Berjamaah

Salat Idul Fitri sangat dianjurkan dilakukan secara berjamaah, baik di masjid maupun lapangan terbuka. Ibadah ini menjadi simbol persatuan dan kekuatan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

Biasanya, salat Id akan ditutup dengan khutbah yang berisi pesan moral dan nasihat keagamaan.

6. Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Tradisi saling memaafkan merupakan inti dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Umat Islam dianjurkan mengunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat untuk menyambung tali silaturahmi. Amalan ini dipercaya dapat melapangkan hati dan menghapus rasa dendam atau kebencian.

7. Memperbanyak Sedekah

Di luar zakat fitrah, umat Islam juga didorong untuk memperbanyak sedekah kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Berbagi kebahagiaan melalui materi maupun bantuan lainnya merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang telah dilatih selama bulan Ramadhan.

Berbagai amalan di atas diharapkan tidak berhenti sebagai ritual tahunan saja. Semangat ibadah dan kepedulian sosial yang dijalankan saat Idul Fitri hendaknya menjadi titik awal perubahan perilaku yang lebih baik di bulan-bulan selanjutnya.

Dengan menjalankan sunnah ini, umat Islam diharapkan dapat meraih ampunan serta kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang