Top 5+ Amalan dan Doa Sebelum Berangkat Haji yang Dianjurkan, Jangan Sampai Terlewat!

Ilustrasi haji
Ilustrasi haji

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang sangat didambakan oleh setiap Muslim. Menjadi tamu Allah di Tanah Suci bukan hanya soal perjalanan fisik menuju Makkah, tetapi juga perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada-Nya. 

Karena itu, persiapan haji tidak cukup hanya dengan kesiapan biaya dan kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, ilmu, serta spiritual agar ibadah berjalan sempurna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Haji menjadi rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu. Kemampuan di sini tidak hanya berarti memiliki biaya, tetapi juga kesiapan fisik, keamanan perjalanan, serta kesiapan keluarga yang ditinggalkan. 

Kewajiban ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an:

وَللَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya, “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (QS Ali ‘Imran [3]: 97).”

Agar ibadah haji semakin sempurna, para ulama menjelaskan adanya sejumlah amalan penting yang dianjurkan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mengutip dari NU Online, Selasa, 21 April 2026, Hujjatul Islam Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan jamaah haji sebelum berangkat menuju Makkah.

1. Bertobat dan Menyelesaikan Hak Sesama

Amalan pertama yang sangat dianjurkan adalah bertobat kepada Allah SWT. Jamaah haji hendaknya memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan, baik dosa kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

Selain itu, penting juga untuk menyelesaikan urusan dengan orang lain, seperti membayar utang, mengembalikan barang pinjaman, memenuhi hak keluarga yang ditinggalkan, serta memastikan nafkah mereka tercukupi selama ditinggal berhaji. Bekal yang dibawa pun harus berasal dari harta yang halal agar perjalanan ibadah menjadi lebih berkah.

Bersedekah sebelum berangkat juga termasuk amalan yang dianjurkan sebagai bentuk penyucian harta dan hati.

2. Shalat Sunnah Dua Rakaat dan Membaca Doa

Sebelum berangkat haji, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Tata caranya sama seperti shalat sunnah biasa, hanya saja pada rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.

Setelah shalat selesai, dianjurkan membaca doa berikut:

اللهم أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَأَنْتَ الْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ وَالْأَصْحَابِ اِحْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيْرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَطْوَى لَنَا الْأَرْضَ وَتُهَوِّنَ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَنْ تَرْزُقَنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّيْنِ وَالْمَالِ وَتُبَلِّغَنَا حَجَّ بَيْتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan dan Engkau adalah penjaga keluarga, harta, anak, dan teman, selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta, serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad saw.”

3. Membaca Doa Saat Keluar Rumah

Setelah selesai berdoa dan hendak keluar rumah, sebelum melangkah keluar pintu dianjurkan membaca doa berikut:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ أَعُوْذُ بِاللهِ رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضِلَّ أَوْ أَذِلَّ أَوْ أُذِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَظْلَمَ أَوْ أُظْلِمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ اللهم إِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشِرًا وَلاَ بَطَرًا وَلاَ رِيَاءً وَلاَ سُمْعَةً بَلْ خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ وَقَضَاء فَرْضِكَ وَاتِّبَاعَ سُنَّةِ نَبِيِّكَ وَشَوْقًا إِلَى لِقَائِكَ

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan dan yang menyesatkan, dari hina dan dihinakan, dari tergelincir dan yang digelincirkan, dari perbuatan zalim dan dizalimi, atau dari kebodohan dan memperbodoh. Ya Allah, aku keluar bukan untuk kejelekan, tidak pula terburu-buru, tidak karena ingin dipuji dan pamer, tapi aku keluar untuk menjauhi amarah-Mu dan mengharap ridha-Mu, dan untuk menunaikan kewajiban-Mu, mengikuti sunnah Nabi-Mu, dan karena kerinduan ingin bertemu dengan-Mu.”

4. Membaca Doa Saat Menaiki Kendaraan

Ketika hendak menaiki kendaraan menuju perjalanan haji, jamaah dianjurkan membaca doa berikut:

بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لم يشاء لَمْ يَكُنْ، سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اللهم إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ كُلَّهُ إِلَيْكَ وَتَوَكَّلْتُ فِي جَمِيْعِ أُمُوْرِيْ عَلَيْكَ أَنْتَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْل

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, dengan (pertolongan) Allah, dan Allah Maha Besar. Aku berserah diri kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia, dan Maha Agung. Apa yang Allah kehendaki, maka ia aka nada, dan apa yang tidak Dia kehendaki, maka tidak ada. Mahasuci Allah, yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sungguh aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan memasrahkan semua urusanku kepada-Mu, aku berserah kepada-Mu dalam semua urusanku, Engkau yang mencukupiku dan dan sebaik-baik pelindung.”

5. Shalat Dua Rakaat dan Doa Saat Tiba di Tujuan

Setelah sampai di tempat tujuan, jamaah juga dianjurkan kembali melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebagaimana ketika hendak berangkat.

Setelah itu, bacalah doa berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِى لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ، وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Artinya, “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat dijangkau orang yang baik dan yang jahat dari keburukan semua makhluk.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amalan dan doa sebelum berangkat haji ini menjadi bentuk persiapan batin agar perjalanan ibadah semakin khusyuk dan penuh keberkahan. Tidak hanya fokus pada keberangkatan fisik, tetapi juga kesiapan hati untuk menjadi tamu Allah yang terbaik.

Semoga seluruh jamaah haji diberikan kemudahan, kesehatan, keselamatan, serta menjadi haji yang mabrur.