Top 7+ Amalan di 10 Hari Pertama Dzulhijjah yang Dianjurkan, Jangan Sampai Terlewat!
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa dalam Islam. Pada periode ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh karena pahala ibadah disebut lebih dicintai Allah SWT dibanding hari-hari lainnya.
Momentum ini juga bertepatan dengan musim ibadah haji, Hari Arafah, hingga Idul Adha yang penuh keberkahan.
Berdasarkan kalender Hijriah Global, 1 Dzulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Artinya, umat Islam sudah bisa mulai mempersiapkan diri untuk mengisi hari-hari mulia tersebut dengan berbagai ibadah dan kebaikan.
Rasulullah SAW bahkan memberikan motivasi besar kepada umatnya agar tidak menyia-nyiakan 10 hari pertama Dzulhijjah. Sebab, amal saleh yang dilakukan pada waktu tersebut memiliki keutamaan luar biasa di sisi Allah SWT.
Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan selama 10 hari awal Dzulhijjah? Berikut daftarnya, sebagaimana dirangkum pada Jumat, 15 Mei 2026.
1. Menjalankan Puasa Sunnah
Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah puasa sunnah sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa ini menjadi bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meraih pahala besar di bulan mulia.
Khusus pada 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah, umat Islam yang tidak sedang berhaji sangat dianjurkan berpuasa. Puasa Arafah dikenal memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
2. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
10 hari pertama Dzulhijjah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir seperti tahmid, tasbih, tahlil, dan takbir. Banyak ulama menyebutkan bahwa mengagungkan nama Allah pada hari-hari tersebut merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Takbir Dzulhijjah biasanya mulai dikumandangkan menjelang Idul Adha hingga hari tasyrik sebagai bentuk syukur dan pengagungan kepada Allah SWT.
3. Membaca Al-Qur’an
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan di setiap waktu, termasuk pada awal bulan Dzulhijjah. Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk menambah target tilawah harian, memperbaiki bacaan, hingga memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.
Selain berpahala besar, membaca Al-Qur’an juga membantu hati menjadi lebih tenang dan semakin dekat dengan Allah SWT.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah termasuk amal saleh yang dianjurkan selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Bentuknya tidak harus selalu berupa uang, tetapi juga bisa melalui bantuan tenaga, makanan, atau membantu orang lain yang membutuhkan. Amalan ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus meraih pahala berlipat pada hari-hari yang dimuliakan Allah SWT.
5. Menjaga Shalat Wajib dan Menambah Shalat Sunnah
Pada momen penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan lebih disiplin menjaga shalat wajib tepat waktu dan berjamaah. Selain itu, memperbanyak shalat sunnah seperti dhuha, tahajud, dan rawatib juga menjadi amalan yang sangat baik dilakukan. Ibadah shalat menjadi salah satu cara terbaik memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT selama Dzulhijjah.
6. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Hari-hari awal Dzulhijjah juga bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, introspeksi diri, serta memohon kebaikan dunia dan akhirat. Momentum ini menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ketakwaan.
7. Berkurban bagi yang Mampu
Bagi umat Islam yang memiliki kemampuan finansial, ibadah kurban menjadi salah satu amalan utama pada bulan Dzulhijjah. Kurban bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga simbol kepatuhan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Selain itu, daging kurban juga bisa dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga menghadirkan manfaat sosial yang besar.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena keutamaannya sangat besar, umat Islam dianjurkan tidak menyia-nyiakan momen ini hanya dengan aktivitas biasa tanpa meningkatkan ibadah.