Malam Lailatul Qadar: Waktu, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Lailatul Qadar menjadi malam paling mulia dan selalu dinantikan oleh muslim di dunia ketika bulan Ramadhan.
Lailatul Qadar secara harfiah berarti “Malam Kemuliaan”. Ia memiliki banyak keutamaan, salah satunya ibadah dan amal kebaikan yang dilakukan pada malam ini nilainya seperti melakukan kebaikan selama seribu bulan.
Dalam Surah Al-Qadr ayat 2-3 Allah SWT berfirman, yang artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
Oleh karena itu, muslim dianjurkan untuk melakukan ibadah dengan semakin sungguh-sungguh dan memperbanyak sunnah atau amal kebaikan lainnya.
Kapan malam Lailatul Qadar?
Malam Lailatul Qadar turun pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Sebagaimana riwayat sari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim).
Mayoritas ulama sepakat bahwa malam Lailatul Qadar terjadi di sepuluh hari terakhir Ramadhan, yakni pada malam-malam ganjil, malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.
Namun, waktu atau tanggal tepat turunnya Lailatul Qadar menjadi rahasia Allah SWT sebagai hikmah agar Muslim berusaha mendulang amal dan pahala di 10 hari terakhir Ramadhan.
Rasulullah SAW juga tidak pernah menyebutkan tanggal pastinya, hanya memberi petunjuk Lailatul Qadar ada di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Keutamaan malam Lailatul Qadar
Kapan malam Lailatul Qadar 2026? Pada malam Lailatu Qadar, muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Berikut ini adalah beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar:
1. Malam yang lebih baik dari seribu bulan
Dalam QS Al-Qadr ayat 1-3 Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah menghampiri kalian. Dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari menjumpainya, maka sungguh dia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah terhalang dari menjumpainya kecuali orang-orang yang merugi.” (HR Ibnu Majah).
2. Malam diturunkannya Al-Qur’an
Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar.
Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1, yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar”.
3. Malam penuh ampunan
Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Barang siapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadar atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad).
4. Malam penuh keberkahan
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Al-Dukhan: 3-5).
Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Qadar ayat 5 yang artinya, “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
5. Malaikat turun ke bumi
Pada malam Lailatul Qadar, malaikat Jibril dan malaikat lainya turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, serta kesejahteraan.
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al- Qadar ayat 4).
Sehingga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Amalan malam Lailatul Qadar
Niat dan tata cara shalat sunnah Lailatul Qadar di 10 hari terakhir Ramadhan.
Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.
1. Memperbanyak shalat malam
Pada malam Lailatul Qadar dianjurkan untuk memperbanyak melakukan shalat malam, seperti shalat tahajud dan shalat tasbih.
Sebagaimana riwayat Aisyah RA: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Membaca Al-Quran dan merenungi maknanya
Memperbanyak membaca Al-Quran dan menghayati maknanya menjadi amalan yang dianjurkan saat malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Qadr: 1). Oleh karena itu, salah satu amalan utama adalah membaca dan mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 1, yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar”.
3. Memperbanyak dzikir dan doa
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah: "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.
Sebagaimana hadis: "Ya Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Rasulullah SAW menjawab, "Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (HR. At-Tirmidzi No. 3513, Ibnu Majah No. 3850)
4. I'tikaf di Masjid
I'tikaf atau berdiam diri di Masjid bukan berarti hanya diam saja, tetapi berada di masjid dengan melakukan ibadah shalat sunnah, berdzikir, dan ibadah lain untuk mendekatkan diri pada Allah.
Sebagaimana hadis riwayat Aisyah RA: “Dari Aisyah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Bertaubat dan memohon ampun
Bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang baik untuk memperbaiki diri. Bertaubat dan memohon ampun menjadi salah satu amalan yang dianjurkan saat Lailatul Qadar.
Pada malam yang mulia ini, Allah SWT membuka lebar pintu ampunan. Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Barang siapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadar atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad).
Sumber:
Kementerian Agama
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
BAZNAS Jawa Barat
Prodi Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang