Alasan Susu Kedelai Lebih Aman untuk Pengidap Intoleransi Laktosa
Pengidap intoleransi laktosa (lactose intolerant) umumnya kesulitan mengonsumsi susu hewani karena kandungan gula alami bernama laktosa.
Seseorang dengan intoleransi laktosa cenderung menghindari konsumsi susu hewani demi mencegah gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, mulas, hingga diare.
Sebagai alternatif susu hewani, pengidap intoleransi laktosa biasanya memilih mengonsumsi susu nabati. Salah satunya adalah susu kedelai.
Berbanding terbalik dengan susu hewani, susu kedelai tidak mengandung laktosa sama sekali sehingga dianggap lebih aman untuk pengidap intoleransi laktosa.
Seiring dengan tingginya jumlah pengidap intoleransi laktosa di Indonesia, merek minuman susu kedelai asal Thailand, V-soy, mencatat peningkatan penjualan susu kedelai di Indonesia.
Minuman susu kedelai kemasan V-Soy kemasan baru dalam pertemuan media (media gathering) Swissotel Living Jakarta Mega Kuningan, Jumat (8/5/2026).
"Kalau mau dibandingkan dengan 2022, bisa dibilang growing (bertumbuh) di atas 30 persen dari masa itu," kata Brand Manager V-Soy Indonesia, Evlin Wangsadirja, dalam pertemuan media di Swissotel Living Jakarta Mega Kuningan, Jumat (8/5/2026).
Sejak memasuki pasar Indonesia pada 16 tahun silam, merek susu kedelai yang diusung oleh PT Sukanda Djaya sebagai distributor resminya, juga merilis berbagai varian susu kedelai.
Selain original, V-Soy juga memiliki varian susu kedelai bebas gula (sugar free), rendah gula (low sugar), sampai susu rasa-rasa.
"Di Indonesia kita hanya bisa pakai sugar free, tapi aslinya kalau di Thailand atau di Malaysia itu no sugar added. Jadi memang tidak ada tambahan gula. Nah, itu salah satu bentuk V-soy untuk bisa men-support pola hidup sehat di Indonesia," ungkap Evlin.
Saat ini, Evlin menyarankan bahwa konsumsi susu kedelai V-Soy sebaiknya dimulai dari usia minimal tiga tahun.
Anak dengan kondisi kesehatan khusus disarankan berkonsultasi terlebih dulu untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Kemasan baru susu kedelai V-soy
Tahun ini, V-soy resmi mengganti desain kemasannya setelah hadir lebih dari 20 tahun di pasar global merasa.
Minuman susu kedelai kemasan V-Soy kemasan baru dalam pertemuan media (media gathering) Swissotel Living Jakarta Mega Kuningan, Jumat (8/5/2026).
Evlin menjelaskan, konsumen saat ini tidak hanya melihat komposisi produk, tetapi juga memperhatikan detail kemasan yang ditampilkan.
"Makin ke sini, packaging ini kan sangat penting buat apalagi gen-Z. Kita belanja ke supermarket, melihat ih lucu ya. Itu yang memicu pertama kali," kata dia.
Sesuai dengan tren masa kini dan target konsumen dari berbagai usia, V-Soy hadir dengan desain yang modern dan lebih minimalis agar tetap relevan dengan konsumennya.
Berdasarkan hasil studi pasar yang dilakukan, menunjukkan bahwa konsumen cenderung menyukai desain yang modern dan minimalis. Sementara kemasan lama dinilai terlalu ramai dan kurang mengikuti perkembangan tren masa kini.
Pertemuan media (media gathering) V-Soy kemasan baru di Swissotel Living Jakarta Mega Kuningan, Jumat (8/5/2026).
"Tanpa meninggalkan esensinya V-Soy sendiri, kita masih tetap ada ingredients-nya, tapi tampilan V-Soy kita bikin lebih muda, lebih clean," tambah Evlin.
Lebih lanjut, V-Soy Indonesia menunjuk Sigi Wimala sebagai brand ambassador yang dinilai sebagai sosok aktif, sportif, namun tidak melupakan statusnya sebagai ibu, sehingga dianggap cocok dengan merek profil susu kedelai ini.
Soy World Indonesia juga turut menggandeng kolaborasi dengan pegiat kuliner profesional selama 2026.
Mulai dari media gastronomi Gastronusa serta aneka koki seperti Inori Gelato Shop dan Chef Ronald Prasanto, Warung SCI Prikphun Manow, dan Omakase Shoumise yang digawangi oleh Chef Reko Ahmad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang