Motif Pembakaran Rumah di Pati, Anak Emosi Usai Ayah Berduaan dengan Wanita Lain

Pati, Motif Pembakaran Rumah di Pati, Anak Emosi Usai Ayah Berduaan dengan Wanita Lain

Seorang pria berinisial K (43) nekat membakar rumah ayahnya di Dukuh Pohlandak, Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, pada Rabu (4/2/2026).

Pembakaran rumah itu sempat membuat aktivitas warga di sekitar wilayah menjadi lumpuh.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual sambil mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 12.06 WIB. 

Namun saat petugas sampai di lokasi, api yang membakar rumah tersebut sudah membesar dan melahap hampir setengah bagian hunian.

"Anggota kami sampai di sana kondisi api sudah membesar," ujarnya.

Ia menuturkan, api cepat menghanguskan bangunan karena rumah terbuat dari kayu.

"Rumah tersebut hampir habis karena konstruksinya limasan dan terbuat dari kayu," lanjut Dwi.

Dilansir dari , Rabu (4/2/2026), obyek yang terbakar merupakan dua rumah berbentuk limasan dengan dinding kayu milik warga bernama Sapin, warga Dukuh Pohlandak RT 01 RW 04, Desa Sumberagung.

Motif pembakaran rumah

Selepas membakar rumah sang ayah, Sapin (67), K pun menyerahkan diri ke polisi.

Dari keterangan yang diperoleh Kapolsek Jaken, AKP Warsono, aksi pembakaran tersebut bermula dari K yang kecewa karena dilarang tinggal di rumah tersebut.

"Intinya diawali dari cekcok dalam rumah tangga antara bapak dan anak," ujar AKP Warsono.

"Si anak mau ikut menempati rumah tersebut, namun tidak diperkenankan oleh ayahnya," sambungnya.

Ia juga mendapatkan informasi bahwa ibu dari K, atau istri sah dari Sapin, juga sempat diusir dari rumah tersebut.

Ketegangan di dalam keluarga memuncak saat Sutikah, adik dari K, datang ke rumah Sapin untuk mengantarkan makanan. Ternyata di sana ia melihat ada perempuan lain selain ibunya di dalam rumah tersebut.

Saat menanyakan siapa wanita tersebut ke Sapin, Sutikah justru mendapatkan perlakukan tak menyenangkan dan diusir dari rumah.

Sutikah pun akhirnya melaporkan hal tersebut ke kakaknya, K.

"Datanglah terduga pelaku ke rumah bapaknya dan terjadi cekcok di situ," lanjut AKP Warsono.

Dalam kondisi emosi, K langsung menyiram bensin ke kasur dan menyulutnya menggunakan korek hingga api cepat menyebar dan merambat ke semua bagian rumah.

Diketahui, dalam pembakaran tersebut, api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.20 WIB.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian sendiri ditaksir mencapai Rp 120 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang