Makanan Pemicu Kembung dan Tips Berbuka Sehat Menurut Dosen IPB
Perut terasa begah atau kembung setelah berbuka puasa kerap dianggap hal wajar. Padahal, kondisi ini sering kali dipicu oleh pilihan makanan yang kurang tepat.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Mira Dewi, menjelaskan bahwa keluhan kembung umumnya disebabkan penumpukan gas di saluran cerna. Bukan karena puasanya, melainkan karena jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur atau berbuka.
Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi agar perut tidak mudah kembung saat Ramadhan:
1. Kol dan Sayuran Penghasil Gas
Brokoli menjadi salah satu sayuran hijau yang dapat digunakan untuk memulihkan stamina setelah sakit.
Dilansir dari Halodoc, brokoli, kol dan kubis termasuk jenis sayuran yang menyebabkan perut kembung.
Alasannya, karena sayuran tersebut mengandung raffinose yakni gula yang harus difermentasi oleh bakter di usus karena sulit dicerna.
Agar membantu melunakkan nilai seratnya, kamu bisa mengganti cara memasaknya dengan mengukus sayurannya terlebih dahulu.
2. Kacang-kacangan Tertentu
ilustrasi kacang tanah
Beberapa jenis kacang baiknya dihindari dikonsumsi saat berbuka puasa. Terutama jenis kacang yang tinggi serat dan kacang kering bisa menghasilkan produksi gas berlebih.
Jika ingin tetap mengonsumsi kacang-kacangan, pastikan dalam porsi kecil dan dikunyah dengan baik.
3. Minuman Bersoda
ilustrasi minuman bersoda
Minuman bersoda mengandung gas karbonasi yang dapat langsung meningkatkan tekanan di lambung.
alih menyegarkan, soda justru bisa membuat perut terasa penuh, begah, dan tidak nyaman setelah berbuka.
4. Susu bagi yang Intoleransi Laktosa
produk susu
Bagi individu dengan intoleransi laktosa, konsumsi susu dapat memicu kembung, mulas, hingga diare.
Jika tetap ingin mengonsumsi produk susu, pilih alternatif rendah laktosa atau sesuaikan dengan toleransi tubuh.
Tips Berbuka Sehat
Selain jenis makanan, kebiasaan makan juga berpengaruh. Berbuka dengan porsi besar sekaligus setelah seharian berpuasa bisa membuat sistem pencernaan “kaget”.
Sebaiknya berbuka secara bertahap, makan perlahan, serta mencukupi kebutuhan air putih dari waktu berbuka hingga sahur.
Dengan memilih makanan yang tepat dan mengatur pola makan, puasa bisa dijalani lebih nyaman tanpa keluhan perut kembung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang