Awas Gemetar sampai Diare, Jangan Minum 5 Minuman Ini Saat Perut Kosong
Ketika bangun tidur atau sedang berada di antara waktu makan, banyak orang memilih minuman favorit mereka untuk menyegarkan tubuh.
Namun, sejumlah minuman ternyata bisa memicu masalah pencernaan jika dikonsumsi saat perut masih kosong.
Para ahli gizi mengingatkan bahwa beberapa minuman dapat meningkatkan produksi asam lambung, hingga membuat perut seolah “marah”.
Minuman yang jangan diminum saat perut kosong
Berikut daftar minuman yang sebaiknya dihindari saat perut kosong—beserta alternatif atau cara aman mengonsumsinya.
1. Kopi hitam
Kopi memang dikenal dapat meningkatkan fokus dan bahkan memiliki manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko diabetes dan kanker tertentu. Namun, kopi hitam tidak ramah bagi perut yang belum terisi makanan.
Kelompok orang yang sebaiknya tidak minum kopi hitam adalah penderita diare dan asam lambung,
“Kopi mengandung chlorogenic acids yang bersifat sangat asam dan merangsang lambung memproduksi lebih banyak asam,” kata Jacqueline A. Vernarelli, PhD, ahli epidemiologi nutrisi dari Sacred Heart University.
Kondisi ini dapat meningkatkan motilitas lambung dan mengiritasi lapisan lambung.
Dampak kopi saat perut kosong:
- Asam lambung
- Cemas, gemetar, dan jantung berdebar
- Jitters dan rasa gelisah
- Gangguan pencernaan atau diare
Jika Anda rentan kena asam lambung, ahli gizi Amanda Sauceda, RD, menegaskan: hindari kopi saat perut kosong.
Tips aman:
- Tambahkan sedikit susu atau susu nabati untuk menurunkan keasaman.
- Makan camilan ringan seperti pisang, yogurt, atau roti sebelum minum kopi.
- Mulai dengan setengah cangkir atau pilih versi tanpa kafein jika perut sensitif.
2. Teh berkafein
Mengganti kopi dengan teh tidak otomatis membuat perut aman. Kafein pada teh juga meningkatkan produksi asam lambung dan dapat menimbulkan mual, kram perut, hingga refluks.
Ilustrasi teh hitam. Ahli Diet Ungkap 3 Teh yang Harus Dihindari Penderita Diabetes, Apa Saja?
Kristen Carli, MS, RD, menjelaskan bahwa teh yang terlalu panas juga dapat mengiritasi dinding lambung dan kerongkongan.
- Teh yang diseduh terlalu lama
- Teh dengan daun remuk yang menghasilkan rasa kuat
Sebelum minum teh, makanlah makanan tinggi lemak sehat atau protein, seperti oatmeal, roti gandum, yogurt, atau telur rebus.
3. Minuman Berkarbonasi
Minuman berkarbonasi seperti soda atau sparkling water menghasilkan gas karbon dioksida yang akan mengembang di dalam lambung.
Ilustrasi minuman bersoda. Benarkah minum soda bisa sebabkan batu ginjal?
“Gas ini dapat naik ke atas membawa asam lambung sehingga memicu asam lambung,” ujar Carli.
Kamu juga bisa mengalami perut kembung dan sering bersendawa.
Rekomendasi:
- Hindari soda atau minuman berkarbonasi sebelum makan.
Jika tetap ingin minum, lakukan perlahan dan duduk tegak selama 30 menit untuk membantu pencernaan.
4. Jus jeruk-jerukan
Meskipun kaya vitamin C, jus jeruk, lemon, atau grapefruit memiliki kandungan asam tinggi. Amanda Sauceda menjelaskan bahwa asam sitrat dapat mengiritasi lambung, terutama bagi penderita maag atau asam lambung.
Ilustrasi jus jeruk. Salah satu cara mengolah serabut putih pada jeruk adalah dengan membuatnya menjadi jus bersama daging buah jeruk.
Selain itu, kandungan gula dalam jus buah dapat menyebabkan lonjakan cepat gula darah yang diikuti “crash”—membuat tubuh merasa lemas, pusing, atau mudah marah.
Gejala yang mungkin muncul saat minum jus dalam keadaan perut kosong:
- Kram perut
- Mual
- Asam lambung
- Penurunan energi mendadak setelah lonjakan gula
Cara lebih aman:
- Konsumsi jus setelah makan beberapa gigitan protein atau serat seperti yogurt, kacang, atau telur.
- Atau buat smoothie yang lebih ramah lambung.
5. Minuman energi
Saat mengantuk, minuman energi memang terlihat sebagai pilihan cepat. Namun, kandungan kafein dan gula yang tinggi membuatnya kurang ideal dikonsumsi saat perut kosong.
Selain menambah tenaga, minuman berenergi (energy drink) memiliki sederet manfaat bagi tubuh. (Dok. salah satu produk minuman energi)
“Tubuh menyerap kafein lebih cepat tanpa makanan, sehingga memicu gejala seperti mual dan peningkatan detak jantung,” kata Vernarelli.
Banyak minuman energi juga mengandung taurine, guarana, dan niacin yang dapat memperburuk mual bila diminum tanpa makanan.
Agar lebih aman:
Konsumsi bersama camilan tinggi protein seperti keju, telur, yogurt, atau kacang untuk memperlambat penyerapan kafein.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang