Naik Tangga Bisa Tingkatkan Kepadatan Tulang, tapi Ketahui Batas Amannya

Naik Tangga Bisa Tingkatkan Kepadatan Tulang, tapi Ketahui Batas Amannya

Menjaga kesehatan tulang menjadi hal penting, terutama seiring bertambahnya usia. Tanpa disadari, kepadatan tulang dapat mulai menurun sejak usia 30 hingga 40 tahun.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko patah tulang, terutama pada perempuan setelah menopause akibat perubahan hormon.

Salah satu cara menjaga kesehatan tulang adalah melalui aktivitas fisik yang melibatkan beban tubuh. Belakangan, muncul tren naik tangga dengan hentakan atau dikenal sebagai “pounding the stairs”.

Dokter bedah ortopedi Nicholas Callahan menjelaskan bahwa metode ini dilakukan dengan cara menghentakkan kaki lebih kuat dari biasanya saat naik atau turun tangga.

“Ini berarti sengaja meningkatkan tekanan atau benturan pada setiap langkah untuk menambah beban pada tulang,” katanya, dikutip dari HuffPost, Rabu (8/4/2026).

Bisa Bantu Tingkatkan Kepadatan Tulang

Dokter ortopedi Natalie Danna menjelaskan, bahwa aktivitas dengan dampak tinggi dapat membantu merangsang pembentukan tulang.

Menurutnya, tulang merupakan jaringan hidup yang dapat beradaptasi terhadap tekanan yang diberikan.

“Tekanan pada tulang dapat merangsang pembentukan tulang baru yang meningkatkan kepadatan tulang,” jelasnya.

Dengan kata lain, ketika tulang mendapat rangsangan dari aktivitas fisik, tubuh akan merespons dengan memperkuat struktur tulang.

Hal ini penting untuk membantu mencegah osteoporosis serta mengurangi risiko cedera di kemudian hari.

Adapun dokter ortopedi Susan Bukata menuturkan bahwa konsistensi menjadi kunci dalam menjaga kesehatan tulang.

Menurutnya, aktivitas seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya sesekali.

“Dalam banyak kasus, konsistensi lebih penting dibanding intensitas,” ujarnya.

Ia menyarankan agar aktivitas yang memberikan beban pada tulang dilakukan secara teratur, bahkan dalam durasi singkat sekalipun.

Tidak Selalu Aman untuk Semua Orang

Meski memiliki manfaat, para ahli mengingatkan bahwa metode ini tidak selalu cocok untuk semua orang.

Danna menekankan bahwa aktivitas dengan dampak tinggi berisiko menyebabkan cedera pada sendi maupun jaringan lunak jika dilakukan secara berlebihan.

“Ini bisa meningkatkan risiko cedera seperti peradangan tendon atau kerusakan jaringan,” jelasnya.

Callahan juga mengingatkan bahwa menghentakkan kaki terlalu keras tidak selalu diperlukan dan justru dapat meningkatkan risiko cedera.

Menurutnya, manfaat yang diperoleh belum tentu sebanding dengan potensi risiko yang muncul.

Sebagai alternatif, naik tangga biasa sudah cukup memberikan manfaat bagi kesehatan tulang sekaligus melatih otot dan sistem kardiovaskular.

Tetap Perlu Latihan Lain

Selain naik tangga, para ahli menekankan pentingnya melakukan aktivitas lain yang melibatkan beban tubuh.

Latihan seperti berjalan, berlari, melompat, hingga olahraga yang melibatkan kekuatan otot dapat membantu menjaga kepadatan tulang.

Bukata menyebut bahwa latihan kekuatan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan, terutama setelah usia 40 tahun.

Menurutnya, otot yang kuat akan membantu memperkuat tulang.

“Latihan kekuatan secara rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang,” ujarnya.

Ia menyarankan latihan dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tulang tidak hanya bergantung pada satu jenis aktivitas.

Kombinasi antara latihan yang tepat, konsistensi, serta penyesuaian dengan kondisi tubuh menjadi kunci utama untuk menjaga kekuatan tulang dalam jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang