Dibuka Perkasa, IHSG Pede Bakal Menguat Meski Bursa Asia Lesu
IHSG dibuka menguat 72 poin atau 0,92 persen di level 7.988 pada pembukaan perdagangan Senin, 20 Oktober 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi rebound pada hari ini tes resist kuat di 8.000. Tapi masih hati-hati jika kurang kuat break di atas 8.050, masih potensi kembali koreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 20 Oktober 2025.
Ilustrasi papan saham IHSG.
Bursa Asia bergerak turun pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,44 persen, dan Topix melemah 1,03 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi naik tipis 0,01 persen dan Kosdaq melemah 0,68 persen.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menurun 2,48 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,25 persen, dan ASX 200 Australia turun 0,81 persen. Selain itu, Straits Times turun 0,63 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,32 persen.
Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan bahwa BoJ akan terus menguatkan kebijakan moneternya, jika keyakinan dalam mencapai prospek ekonomi menguat dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Sementara itu, ekspor domestik non-minyak Singapura mencatat peningkatan tajam pada bulan September 2024, meningkat 6,9 persen dari tahun sebelumnya.
Hal itu di atas ekspektasi penurunan 2,1 persen dan membalikkan penurunan 11,3 persen pada bulan Agustus.
"Support IHSG berada di level 7.750-7.820 sementara resist IHSG di rentang 8.000-8.050," ujarnya.