Bursa Asia Berdarah-darah Akibat Investor Pesimis The Fed Tak Akan Pangkas Suku Bunga
Saham SoftBank anjlok menyusul kerugian saham teknologi di bursa Amerika Serikat (AS) melemah akibat pudarnya harapan investo terhadap pemangkasan suku bunga acuab oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulam Desember 2025 mendatang.
Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu keraguan bank sentral akan menurunkan suku bunga acuannya. Para investor memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada bulan depan sekitar 40 persen, menurut CME FedWatch Tool.
Saham Oracle dan Advanced Micro Devices Incs menjadi emiten kecerdasan buatan (AI) yang mengalami penurunan drastis. Saham produsen chip milik Jensen Huang, Nvidia, ditutup turun hampir 3 persen.
Ilustrasi saham Asia merosot.
Di bursa Jepang, saham teknologi turut mengalami penurunan. Saham Advantest anjlok 9 persen, saham Tokyo Electron tergerus hampir 6 persen, saham Lasertec kehilangan sekitar 5 persen, dan saham Renesas Electron terkoreksi 1,95 persen.
Saham di bursa Korea Selatan juga berdarah-darah. Saham-saham unggulan seperti, Samsung Electronics dan SK Hynix mencatat koreksi masing-masing 4 persen dan 9 persen.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, merosot 1,57 persen. Sementara indeks Topix melemah 0,72 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi kehilangan 4,09 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menyusut 3,01 persen.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,3 persen. Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada terjungkal ke level 25.460 dari 25.835,57.
Semalam di Wall Street, Nasdaq Composite turun 2,16 persen setelah naik 2,6 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,84 persen sedangkan indeks S&P 500 merosot 1,56 persen.