Bursa Asia Loyo Susul Koreksi Tajam di Wall Street Akibat Investor Ecer Saham Teknologi

Ilustrasi Korea Selatan.
Ilustrasi Korea Selatan.

Sebagian besar saham teknologi mengalami penurunan, tidak terkecuali tujuh perusahaan raksasa global. Saham Microsoft Meta Platform masing-masing tergerus lebih dari 2 persen. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saham produsen Macbook dan iPhone, Apple,  merosot 0,20 persen. Saham produsen Chip milik Jansen Huang, Nvidia, anjlok 2,84 persen. 

Saham-saham unggulan di bidang kecerdasan buatan (AI) ikut terkoreksi. Penurunan yang dicatatkan sekitar hampir 3 persen. 

Sementara itu, saham-saham perangkat lunak melanjutkan penurunan di tahun 2026. Saham ServiceNow dan Salesforce membukukan koreksi hampir 7 persen. 

Ilustrasi Investasi

Ambrolnya harga saham juga terjadi di bursa Jepang. Saham Nintendo turun 8 persen setelah berhasil mempertahankan perkiraan penjualan setahun penuh untuk konsol Switch 2. 

Amblasnya harga saham perusahaan akibat investor menilai beberapa potensi hambatan bagi raksasa game tersebut. Salah satunya adalah apakah perusahaan akan terpengaruh oleh lonjakan harga memori, di mana chip menjad komponen kunci dalam konsolnya.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, amblas 1,2 persen. Indeks Topix melemah 0,39 persen. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 0,4 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil justru menguat 1,01 persen. 

Indeks Indeks  S&P/ASX 200 Australia tergelincir 0,22 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong Harga berjangka berada lebih rendah di level 26.590 dari sebelumnya di posisi 26.834,77.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Wall Street, indeks S&P 500 merosot 0,84 persen dan ditutup pada level 6.917,81. Nasdaq Composite tergerus 1,43 persen menjadi 23.255,19.

Indeks Dow Jones Industrial Average terjun 166,67 poin, atau 0,34 persen menjadi 49.240,99. Sebelumnya, indeks 30 saham tersebut sempat menguat 0,5 persen hingga menyentu rekor tertinggi baru di level 49.653,13.