Bursa Asia Rontok Dipicu Lesunya Wall Street, Investor Wait and See Pengumuman The Fed

Kota Tokyo, Jepang.
Kota Tokyo, Jepang.

Pelaku pasar mengamati saham-saham teknologi di tengah kekhawatiran baru-baru ini akan terjadinya 'gelembung'. Saham SoftBank menguat hampir 4 persen mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut.

Pendiri SoftBank, Masayoshi Son, meremehkan keputusan untuk melepas seluruh saham Nvidia miliknya. Konglomerat ini mengatakan bahwa dirinya menangis saat harus keluar dari jajaran pemegang saham produsen chip pimpinan Jensen Huang.

Kemudian, investor juga menunggu keputusan suku bunga Bank Sentral India. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang untuk jangka 10 tahun naik menjadi 1,94 persen atau tertinggi sejak Juli 2007, menurut data LSEG.

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 1,36 persen. Indeks Topix menyusul koreksi sebesar 1,12 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi berada tepat di bawah garis datar. Sedangkan, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melemah 0,25 persen. 

Di Australia, indeks ASX/S&P 200 turun sebesar 0,17 persen. Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong merosot dari 25.935,9 menjadi 25.900.

Ketiga indeks utama di Wall Street diperdagangkan beragam. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite menguat tipis lantaran pasar bersiap menghadapi keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan.

Indeks S&P 500 naik 0,11 persen dan ditutup pada level 6.857 sementara Nasdaq Composite meningkat 0,22 persen menjadi 23.505,14. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 31,96 poin atau 0,07 persen ke area 47.850,94.