Bursa Asia Tertekan Manuver Tarif Trump ke Eropa Bikin Investor Waspada
Tidak tinggal diam, negara-negara Eropa dilaporkan sedang membahas tarif balasan dan langkah-langkah ekonomi sebagai hukuman merespons ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump. Kondisi ini mencerminkan hubungan semakin memanas.
Trump mengumumkan ekspor dari delapan negara Eropa dikenakan tarif sebesar 10 persen yang berlaku mulai 1 Februari 2026 dan meningkat menjadi 2 persen pada 1 Juni 2026. Kenaikan ini apabila pembicaraan gagal untuk mengamankan kendali AS atas Greenland.
Dari kawasan regional, investor mengamati secara saksama perkembangan di pasar Jepang. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan berencana untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum sela pada tanggal 8 Februari 2026.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 0,7 persen. Indeks Topix merosot 0,52 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 0,41 persen saat pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil dibuka datar.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 terpantau menyusut 0,46 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menjadi anomali karena bergerak naik ke level 26.640 dari posisi sebelumnya di area 26.563,9.