Alasan Citilink Pakai Pantun di Semua Penerbangan, Ini Kata Pihak Maskapai

pantun citilink, bunyi pantun citilink, kenapa citilink pakai pantun, apa isi pantun citilink, pantun citilink contohnya, Alasan Citilink Pakai Pantun di Semua Penerbangan, Ini Kata Pihak Maskapai

Bagi kamu yang pernah naik pesawat Citilink, tentu tak asing dengan pantun yang dilantunkan oleh awak kabin tepat sebelum terbang maupun mendarat.

Maskapai penerbangan di bawah naungan Garuda Indonesia Group ini menghadirkan pantun di setiap perjalannya, baik penerbangan domestik maupun internasional.

"Citilink memiliki buku panduan standar dalam membacakan pantun. Adapun jumlah pantun dalam satu penerbangan Citilink bisa bervariasi dengan menyesuaikan situasi dan kondisi saat penerbangan," kata Corporate Secretary & CSR Group Head PT Citilink Indonesia, Tashia Scholz, saat dihubungi Kompas.com secara tertulis pada Sabtu (27/9/2025).

Citilink telah melantunkan pantun sejak 2013 dengan isi sajak yang beragam. Salah satunya berbunyi:

mana terpaksa pakai baju sama, yang penting bukan pakai piama. Kukira hubungan kita akan lama, tapi ternyata terganggu karena rasa trauma." 

Bunyi pantun Citilink ini direkam oleh aktris Dian Paramita Sastrowardoyo dan dibagikan melalui Instagram resmi @therealdisastr pada Jumat (26/9/2025).

"POV: Delay flight disogok pantun. Stock pantun setahun dikeluarin semua. Makasih sudah menghibur mas," tulis Dian Sastro dalam keterangan unggahan tersebut.

Lantas, apa alasan Citilink menggunakan pantun di semua penerbangannya?

Mengapa Citilink pakai pantun dalam penerbangan?

Tashia menuturkan, pantun menjadi salah satu elemen kunci dalam strategi Citilink untuk meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan identitas unik, sekaligus pembeda Citilink dengan maskapai penerbangan lainnya.

pantun citilink, bunyi pantun citilink, kenapa citilink pakai pantun, apa isi pantun citilink, pantun citilink contohnya, Alasan Citilink Pakai Pantun di Semua Penerbangan, Ini Kata Pihak Maskapai

Ilustrasi pesawat Citilink Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan target pasar Citilink, yaitu kalangan muda atau milenial, yang menghargai kreativitas dan pengalaman terbang yang menyenangkan," kata Tashia.

Pantun Citilink dipersiapkan oleh tim khusus yang bertugas menyusun puisi bersajak ini, yang kreatif dan relevan dengan destinasi penerbangan.

"Namun, tidak jarang juga awak kabin Citilink yang bertugas menunjukkan kreativitasnya dengan menciptakan pantun sendiri, menjadikan pengalaman terbang lebih unik dan menyenangkan bagi penumpang," ungkap Tashia.

Menurut dia, banyak penumpang yang merasa terhibur dengan pantun yang disampaikan oleh awak kabin Citilink saat perjalanan.

Bahkan tidak sedikit penumpang yang memberikan reaksi positif dengan menyahut "cakep" ketika awak kabin membacakan pantun, lalu mengakhirinya dengan tepuk tangan.

"Cara ini menjadikan suasana penerbangan lebih meriah dan menyenangkan," pungkas Tashia.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.