BWF Siap Matangkan Sistem Poin Baru Bulu tangkis 3x15, Tuai Pro-Kontra
Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) mengumbar terobosan baru berupa perombakan sistem poin bulu tangkis. Hal ini menuai pro-kontra.
BWF berencana mengesahkan sistem poin baru 3x15 dalam pertemuan tahunan yang akan berlangsung di Horsens, Denmark, pada 25 April mendatang.
Sistem 3x15 diklaim membawa banyak keuntungan buat para pemain. Utamanya adalah memangkas waktu pertandingan.
Sehingga, atlet bisa beristirahat lebih lama dan meminimalkan risiko cedera akibat kelelahan dan stamina terkuras di lapangan.
Penghitungan sistem baru 3x15 masih menggunakan rally point, dengan jeda interval Ketika salah satu pemain terlebih dulu mencapai delapan poin.
Untuk kondisi deuce di poin 14-14 harus berlanjut dengan syarat pemenang adalah gap dua poin (maksimal sampai 21 poin).
Nova Widianto Tanggapi Sistem Skor 3x15
Sistem baru ini membawa keuntungan buat pemain-pemain bertipe agresif yang langsung tancap gas menyerang sejak awal.
Sementara itu, pemain yang bertipe lambat panas bakal kehilangan peluang untuk bangkit mengejar karena batasan poin per game dipangkas dari 21 menjadi 15 saja.
Pelatih ganda campuran Malaysia, Nova Widianto, menilai sistem skor baru 3x15 akan menyulitkan pemain-pemain dari Asia.
Pelatih kepala tim ganda campuran PBSI Nova Widianto. Nova Widianto saat ini sudah meninggalkan jabatannya di PBSI dan resmi bergabung dengan tim bulu tangkis Malaysia pada Rabu (21/12/2022). Terkini, Nova Widianto membawa ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, juara Taipei Open 2023.
Kecenderungan lambat panas menjadi alasannya, sedangkan pemain-pemain asal Eropa justru akan memperoleh keuntungan.
"Saya rasa mereka yang paling diuntungkan adalah orang Eropa," kata Nova Widianto dilansir dari Harian Metro.
"Dari yang saya lihat, beban latihan mereka tidak seintens itu. Saya pernah beberapa kali berlatih bareng (pemain Eropa)."
"Menurut saya, mereka bisa mendapatkan keuntungan paling besar dari sistem 15 poin," kata Nova.
Kecurigaan Media Korea Selatan
Bukan cuma Malaysia, Korea Selatan juga sempat mengekspresikan keberatan melalui pemberitaan yang beredar di negara mereka.
Muncul kecurigaan terhadap BWF yang dituding ingin meruntuhkan dominasi An Se-young yang begitu superior di sektor tunggal putri.
Tahun lalu, An Se-young meraih 11 gelar juara BWF World Tour. Dia juga memegang rekor 32 kemenangan beruntun hingga terakhir menyabet medali emas Kejuaraan Beregu Asia 2026 bersama Korea Selatan.
"Dengan setiap batas game point diperpendek jadi 15, setiap poin menjadi semakin krusial," tulis media Chosun Sports beberapa waktu lalu.
"Jika An Se-young membuat kesalahan di awal, mustahil baginya mengejar ketertinggalan dan melakukan comeback," paparnya.
Di sisi lain, unggahan BWF di Instagram soal skor baru 3x15 dibanjiri komentar yang menginginkan sistem lama skor 21 dipertahankan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang