Bursa Asia Rontok usai Iran dan AS Saling Serang di Selat Hormuz

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

Kedua negara saling baku tembak di Selat Hormuz. Baik Iran maupun AS saling mengklaim pihak lawan yang memulai serangan terlebih dahulu.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,88 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil menguat 0,56 persen. 

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,62 persen imbas aksi ambil untung. Penurunan terjadi setelah indeks acuan ini mencapai rekor tertinggi pada sesi perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,88 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka berada di level 26.285 atau lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di 26.626,28.

Bursa Jepang.

Presiden AS, Donald Trump bersikeras menyatakan gencatan senjata tetap berlaku. Ia menegaskan serangan di Selat Hormuz hanyalah sentuhan kasih sayang.

Dalam unggahan Truth Social miliknya, Trump mengancam AS akan benar-benar menghancurkan pihak Iran yang menyebabkan perahu kecil dan drone “jatuh dengan sangat indah ke laut, seperti kupu-kupu yang jatuh ke liang kuburnya!”. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memperingatkan kembali Iran akan menghadapi serangan lebih lanjut jika mereka tidak menyetujui kesepakatan nuklir.

“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka dengan lebih telak, dan jauh lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani Kesepakatan itu!” tulis Trump.