Dewa United Kalah dari Manila Digger, Wakil Indonesia Terancam Rontok di Asia
Dewa United menelan kekalahan saat bertandang ke markas Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC Challenge League (ACGL) 2025-2026.
Pertandingan Manila Digger vs Dewa United berlangsung di Rizal Memorial Stadium pada Kamis (5/3/2026).
Klub asal Indonesia itu harus menyerah dengan skor tipis 0-1 dari wakil Filipina.
Satu-satunya gol pada laga tersebut dicetak Kenji Nishioka pada menit ke-21.
Gol itu membuat Manila Digger memiliki keunggulan awal dalam perebutan tiket semifinal.
Dewa United sebenarnya mencoba merespons setelah tertinggal.
Namun, upaya tim tamu belum menghasilkan gol hingga peluit akhir pertandingan berbunyi.
Hasil ini membuat posisi Dewa United cukup berat jelang leg kedua.
Mereka harus mengejar ketertinggalan saat bermain di kandang sendiri.
Indonesia Terancam Kehabisan Wakil Asia
Kekalahan Dewa United membuka kemungkinan Indonesia kehilangan seluruh wakil di kompetisi klub Asia musim ini.
Sebelumnya, Persib Bandung sudah lebih dulu tersingkir dari AFC Champions League Two 2025-2026.
Jika Dewa United gagal membalikkan keadaan, maka tidak ada lagi klub Indonesia di turnamen level Asia.
Peluang Dewa United masih terbuka melalui pertandingan leg kedua. Laga penentuan akan berlangsung di Sports Centre Kelapa Dua, Banten.
Pertandingan tersebut dijadwalkan pada 12 Maret 2026 pukul 20.30 WIB.
Tim asuhan Jan Olde Riekerink membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Evaluasi Jan Olde Riekerink Usai Kekalahan
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan beberapa masalah dalam permainan timnya pada babak pertama.
Menurutnya, lini belakang kurang siap menghadapi bola panjang dari Manila Digger.
"Karena setiap kali mereka memainkan bola panjang, kami tidak memiliki kesadaran untuk mundur sekitar dua meter lebih dulu sebelum bola itu dilepaskan," ucap Jan Olde Riekerink.
"Sekitar 15 menit menjelang setengah jam pertama berakhir, permainan mulai berubah karena para pemain juga mulai berlari ke posisi yang berbeda."
Ia menilai tim mulai menunjukkan perbaikan setelah melakukan penyesuaian.
"Setelah kami menyesuaikan diri, saya bisa mengembalikan tim ke kondisi permainan yang diinginkan," ujarnya.
Pada babak kedua, Dewa United tampil lebih agresif dan mulai menguasai permainan.
"Kami mampu menguasai permainan, dan jika sedikit lebih beruntung, kami sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak peluang."
"Jadi, dari sudut pandang laga ini, hasil ini cukup baik bagi kami," kata pelatih asal Belanda tersebut.
Riekerink tetap optimistis menghadapi leg kedua di kandang.
"Yang terpenting, kami harus menang dengan satu gol lebih dulu."
"Setelah itu, saya yakin kami bisa menyelesaikannya di kandang," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang