Bursa Asia Dibuka Fluktuatif, Saham Otomotif Korsel Rontok Diterpa Ancaman Tarif Trump
Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor lebih tinggi ke Korsel menjadi sentimen negatif. Trump mengatakan belum ada kesepakatan dagang antara Seoul dengan Washington dan ia akan menaikkan tarif impor menjadi 25 persen dari 15 persen.
Dikutip dari CNBC Internasional, saham perusahaan otomotif raksasa Hyundai dan Kia rontok. masing-Masing tergerus 4 persen dan 5 persen.
Ancaman menyebabka indeks Kospi Korea Selatan turun 0,36 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq tetap perkasa dengan mencatat kenaikan 1,41 persen.
Ilustrasi Ekonomi dan Investasi
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,24 persen. Indeks Topix amblas 0,31 persen pada pembukaan pasar.
Di Australia menguat 1,22 persen sekaligus mencapai level tertingginya. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.883 atau lebih tinggi dari penutupan di posisi 26.765,52.
Sementara itu, Wall Street ditutup kinclong. Indeks S&P 500 melesat 0,50 persen dan indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 0,64 persen.
Nasdaq Composite melesat 0.43 persen ditopang kenaikan saham-saham teknologi menjalang rilis laporan keuangan. Saham Apple naik sekitar 3 persen, saham Meta Platforms melonjak 2 persen dan saham Microsoft melambung 1 persen.