Bursa Asia Dibuka Beragam Seiring Investor Kompak Jual Saham Teknologi di Wall Street
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, merosot 0,13 persen. Indeks Topix berhasil menguat 0,1 persen.
Secara keseluruhan, bursa Korea Selatan kinclong berkat lonjakan kuat saham besar, seperti Korea Aerospace melesat 1,93 persen dan saham Poongsan melonjak 4,88 persen. Indeks Kospi terpantau naik tipis sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil melemah 0,14 persen.
Di Taiwan, indeks Taiex menyusut 0,4 persen terseret anjloknya saham Taiwan Semikonduktor Manufaktur Co Ltd sebesar 1,49 persen. Koreksi terjadi setelah raksasa chip, Intel, sedang mencari investasi dari Apple.
Ilustrasi Investasi Online
Mengutip CNBC Internasioanl, Apple sebelumnya telah menggunakan chip Intel di banyak perangkat komputasi pribadinya, tetapi beralih ke TSMC ketika meluncurkan chip M1 pada tahun 2020. Namun, kabar lain mengatakan bahwa Apple tidak mungkin beralih kembali ke chip Intel.
Indeks S&P/ASX 200 di Australia melemah 0,18 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong turun dari 26.518,65 menjadi 26.394.
Dari Wall Street, saham Nvidia merosot hampir 1 persen melanjutkan penurunannya dari Selasa, 23 September 2025. Ini dipicu sikap skeptis di kalangan investor seiring meningkatnya kekhawatiran tentang industri kecerdasan buatan (AI).
Investor juga menunggu laporan pengangguran mingguan yang dijadwalkan rilis pada hari ini, Kamis, 25 September 2025. Data tersebut dapat memengaruhi pergerakan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja dan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Indeks S&P 500 melemah 0,28 persen menjadi 6.637,97. Begitu juga Nasdaq Composite tergelincir 0,34 persen ke level 22.497,86 dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,37 persen ke area 46.121,28.