Bursa Asia Rontok, Saham AI Jadi Biang Kerok
perusahaan AI besar anjlok yang membebani pasar AS secara keseluruhan. Penurunan terbesar terjadi pada saham Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies, Broadcom, dan Advanced Micro Devices.
Koreksi saham-saham yang terkait dengan AI yang diperdagangan di Wall Street turut menekan saham di kawasan Asia. Saham SoftBank tergerus hampir 8 persen.
Produsen peralatan pengujian semikonduktor, Advantest, juga melemah lebih dari 6 persen. Pembuat chip, Renesas Electronics, merosot 4 persen dan Tokyo Electron menyusut 1,56 persen.
Ilustrasi Investasi
Investor di Asia akan mencermati data perdagangan Tiongkok bulan Oktober 2025 yang akan dirilis hari ini. Ekonom memperkirakan ekspor melambat menjadi 3 persen secara year on year (yoy) atau turun dari bulan sebelumhya di level 8,3 persen.
Impor juga diproyeksi terkuras menjadi 3,2 persen dari 7,4 persen. Hal itu terjadi lantaran permintaan domestik lesu sehingga membebani kemerosotan perumahan yang berkepanjangan, meningkatnya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), serta pengurangan langkah-langkah stimulus yang berfokus pada konsumsi.
Dikutip dari CNBC Internasional, Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, merosot 1,38 persen. Indeks Topix melemah 0,5 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 0,46 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil menurun 0,92 persen.
Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, mencatat penurunan 0,27 persen di awal pembukaan pasar. Kontrak Berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong melandai ke level 26.436 dari 26.485,9.
Wall Street turut terbakar pada penutupan semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 398,70 poin atau 0,84 persen menjadi 46.912,30.
Indeks S&P 500 amblas 1,12 persen ke area 6.720,32. Nasdaq Composite menyusut 1,9 persen dan parkir pada posisi 23.053,99.