Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Lanjutkan Kenaikan Meski Bursa Asia Turun
IHSG dibuka menguat 44 poin atau 0,53 persen di level 8.439 pada pembukaan perdagangan Senin, 10 November 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 10 November 2025.
Papan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Bursa Asia turun pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,19 persen dan Topix turun 0,44 persen. Sejalan, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,92 persen, indeks Taiex Taiwan turun 0,89 persen, indeks ASX 200 Australia melemah 0,66 persen.
Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi turun 1,81 persen dan Kosdaq menurun 2,38 persen dan merupakan pelemahan tertinggi di kawasan tersebut.
Sedangkan, FTSE Straits Times malah menguat 0,16 persen dan FTSE Malay KLCI naik tipis 0,01 persen.
Saham-saham terkait AI turut menekan indeks seperti saham SoftBank yang turun hampir 7 persen, produsen peralatan pengujian semikonduktor, Advantest, juga turun lebih dari 5 persen, dan saham produsen chip, Renesas Electronics turun 4 persen, dan saham Tokyo Electron produsen peralatan produksi chip yang turun 1,35 persen.
Di sisi lain, surplus perdagangan China mencapai US$90,07 miliar pada bulan Oktober 2025, lebih rendah dari ekspektasi sebesar US$95,6 miliar dan di bawah US$95,72 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Hal tersebut menandai surplus perdagangan terkecil sejak Februari 2025, karena ekspor turun secara tak terduga sementara impor naik. Dimana ekspor turun 1,1 persen secara year-on-year (yoy) melampaui perkiraan untuk kenaikan 3 persen.
"Support IHSG berada di level 8.320-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.420-8.470," ujarnya.