Klarifikasi Marcus Rashford Usai Tak Sebut Man United dalam Pesan Emosional Piala Dunia 2026
Pemanggilan ke skuad tim nasional Inggris untuk ajang Piala Dunia 2026 membawa makna mendalam bagi pemain pinjaman Barcelona dari Manchester United, Marcus Rashford.
Marcus Rashford masuk ke dalam daftar 26 pemain pilihan pelatih Thomas Tuchel yang akan membela Inggris dalam Piala Dunia 2027.
Setelah resmi mendapat panggilan bergengsi itu, Marcus Rashford memanfaatkan momen tersebut untuk mengunggah sebuah pesan apresiasi di media sosial.
Namun, unggahan itu segera memicu sorotan publik ketika sang pemain sama sekali tidak mencantumkan nama klub induknya, Manchester United, dalam daftar pihak yang ia beri ucapan terima kasih.
Menyadari pesannya menjadi perbincangan hangat, ia segera meluruskan situasi terkait hubungannya dengan Man United.
Penjelasan Rashford
Melalui platform X, penyerang tersebut menegaskan posisinya agar tidak terjadi salah paham di kalangan penggemar.
"Untuk memperjelas unggahan Instagram saya. Ini bukan sindiran sama sekali! Saya adalah pendukung MU, dan itu tetap sama," kata Marcus Rashford,
Ia kemudian menambahkan penjelasan terkait rentang waktu pihak-pihak yang membantunya bangkit.
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada klub dan pelatih yang telah bekerja sama dengan saya selama 18 bulan terakhir, mereka telah memainkan peran besar dalam pemanggilan ini."
Sebelumnya, dalam unggahan di Instagram Story, pemain yang menghabiskan musim 2025-2026 dengan berseragam Barcelona itu secara spesifik menyebutkan nama-nama pelatih dan klub yang menjadi tempat pelariannya.
Para pemain Barcelona berkumpul merayakan gol Marcus Rashford pada laga Liga Champions kontra Newcastle United pada Jumat (19/9/2025) dini hari WIB. Pertandingan Newcastle United vs Barcelona bergulir di Stadion St James' Park, Newcastle.
“Terima kasih khusus kepada Unai (Emery), Hansi (Flick), Thomas (Tuchel), Aston Villa, Barcelona & Inggris karena telah percaya padaku saat keadaan sulit,” lanjutnya.
Unggahan Marcus Rashford di instastory usai mendapatkan panggilan dari tim nasional Inggris untuk melakoni Piala Dunia 2026.
Ucapan tersebut merujuk pada masa-masa krusial ketika ia berupaya mengembalikan ritme permainannya.
Pada paruh kedua musim lalu, ia bermain di bawah arahan Unai Emery di Aston Villa, mengingat ia sudah tidak tampil di laga kompetitif untuk "Setan Merah" sejak Desember 2024.
Sementara itu, kepercayaan penuh dari Hansi Flick di Spanyol juga terbukti sangat vital bagi kebangkitan mental dan teknis sang penyerang.
Kebangkitan dari Titik Terendah
Sepanjang tahun sebelumnya, keraguan mengenai kepercayaan diri hingga kelanjutan karier jangka panjangnya terus menghantui.
Peluang untuk tidak berangkat ke turnamen internasional pun sempat terasa sangat nyata. Namun, lingkungan baru di Catalunya memberikan ruang baginya untuk memulihkan diri.
Kepercayaan tersebut dibayar lunas dengan performa gemilang. Ia sukses menorehkan catatan luar biasa dengan 14 gol dan 14 assist di seluruh kompetisi musim ini.
Melalui pesan yang lebih panjang di Instagram, ia merenungkan perjalanan penuh emosi tersebut.
“Hari ini menandai momen yang sangat berarti bagi saya, dari keputusasaan menuju kegembiraan,”
“Gagal masuk dalam skuad Euro itu membantu saya berkembang baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi, dan yang terpenting, memberi saya tujuan untuk dicapai.”
“Terima kasih banyak atas kesempatan ini, dan saya tidak sabar untuk mengenakan seragam ini di Piala Dunia.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang