Penyebab Kulit Kering di Bulan Puasa Walau Sudah Cukup Minum

Siloam Hospitals, Penyebab Kulit Kering di Bulan Puasa Walau Sudah Cukup Minum

Selama bulan suci Ramadhan, masalah kulit kering dan kusam, serta bibir pecah-pecah, sering menjadi keluhan utama yang mengganggu penampilan dan kenyamanan.

Banyak individu merasa kebingungan karena kondisi dehidrasi pada kulit ini tetap saja terjadi, meskipun mereka merasa sudah memenuhi anjuran minum air putih sebanyak delapan gelas antara waktu berbuka hingga sahur.

Diungkapkan oleh dr. Firisha Virgidewi Witjaksono, Sp.GK, ternyata sekadar memenuhi kuota delapan gelas air dalam sehari tidak akan memberikan hasil yang maksimal pada tubuh jika cara konsumsinya masih keliru.

"Sebenarnya delapan gelas juga kita harus perhatiin berapa mililiternya," ujar dokter yang akrab disapa Sasha ini dalam acara media gathering bertajuk "Ramadhan Revives: Strong Bones, Strong Bonds" bersama Siloam Hospitals Mampang di Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Kebutuhan cairan harian setiap individu sebenarnya bersifat personal karena sangat bergantung pada bobot tubuh masing-masing. Secara medis, standar kecukupan air yang disarankan bagi orang dewasa sehat adalah sekitar 30-35 mililiter untuk setiap 1 kilogram berat badan.

Jika seseorang memiliki berat badan di kisaran 60-70 kilogram, maka total asupan air yang dibutuhkan adalah lebih kurang 2 liter per hari. Angka ini sering menjadi acuan umum, tetapi penting untuk diingat bahwa semakin besar massa tubuh seseorang, maka semakin tinggi pula asupan cairan yang diperlukan agar fungsi organ tetap optimal dan terhindar dari dehidrasi.

Strategi pola minum 2-4-2 untuk hidrasi kulit

Dokter Sasha menegaskan bahwa strategi pendistribusian air memegang peranan yang sangat penting agar kelembapan kulit bisa terus terjaga secara konsisten sepanjang hari.

"Nah, gimana caranya biar kita memenuhi kebutuhan cairan, tetapi kulit terhidrasi dengan baik? Kita harus bijak juga dalam membagi cairan. Pada saat sahur, dua gelas. Pada saat buka dengan takjil yang makanan ringan sekitar dua gelas juga. Dan empat gelasnya itu sepanjang malam," kata dr. Sasha.

Namun, hindari langsung meminum banyak air putih dalam satu waktu karena dampaknya malah membuat cairan tidak tersebar secara merata ke seluruh jaringan tubuh, termasuk pada lapisan kulit terluar.

Pengaturan asupan dengan pola 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas pada saat sahur, sangat direkomendasikan karena dapat memastikan sel-sel tubuh mendapat hidrasi bertahap untuk mencegah dehidrasi.

Pentingnya asupan serat dan antioksidan

Selain menjaga asupan cairan yang teratur, merawat kekenyalan kulit rupanya juga sangat bergantung pada asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

"Enggak cuma cairan yang bisa menjaga kekenyalan kulit, tapi tentunya berbagai nutrien di dalam makanan. Biasanya itu buah-buahan yang tinggi antioksidan. Kemudian protein, terutama yang rendah lemak, dan juga serat," jelas dr. Sasha.

Manfaat protein dan kolagen untuk kelembapan kulit

Bagi sebagian besar masyarakat, perawatan hidrasi kulit dari segi makanan, sering kali hanya dikaitkan dengan asupan buah-buahan yang segar.

Namun, dr. Sasha mengungkapkan bahwa pemenuhan asupan protein rendah lemak tidak kalah penting karena protein mengandung zat esensial penyusun jaringan kulit.

"Salah satunya kolagen. Kolagen ini salah satu (jenis protein) yang bisa menjaga kelembapan kulit dan menghidrasi kulit juga," terang dr. Sasha.

Beberapa sumber kolagen alami yang bisa dikonsumsi saat sahur adalah kaldu tulang sapi atau ayam dan ceker ayam, serta putih telur yang kaya akan prolin, yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi kolagen.

Kombinasi harian antara air mineral yang diminum dengan takaran dan jadwal yang tepat, mengonsumsi sayuran tinggi serat dan ragam buah kaya antioksidan, serta lauk pauk yang megandung protein rendah lemak, adalah cara untuk menjaga kelembapan kulit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang