Penemuan Jasad Mutilasi dalam Karung di Sorong, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Bawah Umur

Sorong, Penemuan Jasad Mutilasi dalam Karung di Sorong, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Bawah Umur, Kronologi Penemuan Jasad dan Kondisi Korban, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku, Aksi Protes Keluarga di Polres Sorong, Sosok Umar Gayam, Pekerja Keras Berkebutuhan Khusus

Warga Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial UG alias Cecep (18) dalam kondisi mengenaskan pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

Jasad korban ditemukan terbungkus karung putih dan tas belanja (tas Rinjani) di kawasan Jalan Kontainer.

Penemuan ini merupakan buntut dari laporan kehilangan anggota keluarga yang sudah berlangsung selama 10 hari.

Kronologi Penemuan Jasad dan Kondisi Korban

Paman korban, Maulud Yapono, mengungkapkan bahwa keponakannya terakhir kali terlihat pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIT. Saat itu, korban berpamitan untuk menagih utang sebesar Rp 2 juta kepada seseorang di sebuah rumah kos.

"Dia keluar jam 11 malam. Katanya mau ambil uang yang dipinjam orang. Janji ketemu jam 12 malam, tapi setelah itu dia tidak pernah pulang," ujar Maulud saat memberikan keterangan, Rabu (18/2/2026).

Setelah pencarian mandiri selama berhari-hari dan koordinasi dengan pihak kepolisian, jasad korban akhirnya ditemukan di area semak-semak belakang Jalan Kontainer.

Kondisinya sangat memprihatinkan dengan dugaan kuat menjadi korban penganiayaan berat dan mutilasi.

"Korban diikat tangan dan kaki, lalu dipukul di bagian kepala dan rahang hingga hancur, kemudian dimasukkan ke dalam karung," ungkap Maulud dengan nada getir.

Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Merespons laporan keluarga dan temuan di lapangan, Polres Sorong bergerak cepat. Kapolres Sorong, AKBP Edwin Parsaoran, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan dua orang terduga pelaku.

Keduanya berinisial MFLO (18) dan seorang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial SA (17).

Mereka ditangkap di tempat pelarian mereka di Kampung Meyaup, Distrik Salawati Tengah, setelah sebelumnya polisi melakukan penggerebekan di sebuah rumah kos di Jalan Tuturuga.

"Kami memastikan seluruh proses penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Edwin, Rabu (18/2/2026).

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kasus ini resmi tercatat dengan nomor laporan LP/B/73/II/2026/SPKT-1/Polres Sorong/Polda Papua Barat Daya.

Aksi Protes Keluarga di Polres Sorong

Sorong, Penemuan Jasad Mutilasi dalam Karung di Sorong, Polisi Tangkap Dua Pelaku di Bawah Umur, Kronologi Penemuan Jasad dan Kondisi Korban, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku, Aksi Protes Keluarga di Polres Sorong, Sosok Umar Gayam, Pekerja Keras Berkebutuhan Khusus

Ilustrasi pembunuhan.

Penemuan jasad yang sadis ini memicu kemarahan pihak keluarga. Pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, pihak keluarga membawa keranda jenazah korban ke depan pintu masuk ruang pelayanan SPKT Polres Sorong sebagai bentuk protes.

Massa juga sempat membakar ban bekas di depan markas kepolisian guna mendesak aparat agar memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku.

"Kami minta pelaku dihukum mati karena pembunuhan ini sudah keterlaluan dan terencana," kata Maulud mewakili pihak keluarga.

Sosok Umar Gayam, Pekerja Keras Berkebutuhan Khusus

Di balik peristiwa tragis ini, Umar Gayam atau Cecep dikenal sebagai sosok yang inspiratif meski memiliki keterbatasan mental dan kesulitan berkomunikasi. Ia adalah seorang anak yatim yang menjadi tulang punggung keluarga.

Sehari-hari, Cecep bekerja sebagai buruh bangunan dan tenaga bantuan di sebuah rumah sakit di Mariat demi membiayai sekolah adiknya.

"Dia bukan orang kaya. Dia kerja bangunan, tapi dia tulang punggung keluarga. Sekarang kalau dia sudah tidak ada, siapa yang mau tanggung keluarga?" ucap paman korban.

Maulud juga menegaskan bahwa keluarga tidak akan menempuh jalan damai. Ia meminta hukum tetap ditegakkan meski salah satu pelaku masih di bawah umur.

"Jangan bersembunyi di bawah payung perlindungan anak. Hukum harus berjalan lurus. Ini tentang nyawa, bukan binatang yang dibiarkan begitu saja," pungkasnya.

Hingga saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sorong untuk mengungkap motif pasti dan detail peristiwa pembunuhan tersebut secara utuh.

Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Sosok Korban Pembunuhan di Sorong yang Jasadnya Termutilasi di Karung: Berjuang Demi Sekolah Adik

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang