4 Fakta Penemuan Jasad Pria di Dekat Rel Purwosari Solo, Pensiunan PNS yang Depresi

Purwosari, Laweyan, Solo, 4 Fakta Penemuan Jasad Pria di Dekat Rel Purwosari Solo, Pensiunan PNS yang Depresi, Ada bau menyengat saat membersihkan semak, Korban adalah pensiunan PNS, Korban depresi dan pernah hilang sebelumnya, Tidak ada tanda kekerasan

Pada Senin (23/3/2026) sore, dua petugas PLN yang tengah memeriksa jaringan listrik tak sengaja menemukan jasad pria di kawasan Laweyan, Solo.

Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi membusuk di dekat rel kereta api, Jalan Hasanudin, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan.

Kapolsek Laweyan, Kompol Dany Herlambang menjelaskan, kedua petugas itu awalnya datang bersama dua rekan lainnya untuk memastikan adanya gangguan listrik di lokasi.

"Pada hari Senin tanggal 23 Maret 2026 l.k pukul 15.00 wib saksi 1 dan saksi 2 bersama dgn 2 orang rekan lainnya datang ke TKP untuk memastikan adanya gangguan jaringan listrik," ungkap Dany, dilansir dari Tribun.

Berikut beberapa fakta dari penemuan jasad ini, termasuk identitas dan pengakuan keluarga.

Ada bau menyengat saat membersihkan semak

Saat melakukan pengecekan jaringan, para petugas PLN sempat membersihkan semak belukar yang mengganggu tiang listrik.

Saat itulah, mereka mencium bau busuk menyengat yang mencurigakan.

"Saat akan membersihkan rambatan tanaman yang mengganggu tiang listrik, saksi 1 dan saksi 2 mencium aroma busuk ketika didekati ternyata ada bangkai dan setelah dipastikan ternyata ada mayat manusia berjenis kelamin laki laki dalam keadaan membusuk," ujar Dany Herlambang.

DIketahui, jasad tersebut ditemukan di lokasi yang cukup sulit diakses karena harus melewati pagar pembatas di sekitar rel kereta api.

Setelah memastikan temuan tersebut adalah jasad manusia, kedua petugas langsung melaporkannya ke Ketua RT setempat. Laporan kemudian diteruskan ke aparat kepolisian.

"Karena menyangkut nyawa manusia, kemudian saksi 1 dan saksi 2 melaporkan kejadian tersebut di Ketua RT setempat lalu diteruskan kepada Aiptu Ahsanudin (Bhabinkamtibmas Purwosari) selanjutnya dilaporkan ke Polsek Laweyan dan Polresta Surakarta guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut," urai Dany.

Korban adalah pensiunan PNS

Tak lama, identitas jasad pria yang ditemukan di dekat rel kereta api kawasan Purwosari itu pun terungkap.

Sosok pria tanpa identitas tersebut diketahui bernama Agus Latief (63), warga Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan.

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Derry Eko Setiawan melalui Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sudarmiyanto menjelaskan, identitas korban terungkap setelah pihak kepolisian mengumumkan temuan orang meninggal di sejumlah Polsek.

Tak lama setelah pengumuman, keluarga korban mendatangi Polsek setempat untuk memastikan apakah jasad tersebut adalah anggota keluarga mereka.

"Setelah kemarin ditangani pihak Kepolisian, kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Moewardi. Kemudian atas kejadian itu banyak orang menginformasikan adanya temuan mayat yang tidak ada identitasnya," ungkap Sudarmiyanto, Selasa (24/3/2026).

Dari keterangan keluarga, pria tersebut adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kemudian dari salah satu keluarga memastikan ke Polsek terkait dengan identitas dan ciri-ciri ternyata sama. Keluarga menyatakan itu adalah saudara mereka yang bernama Agus Latief, pensiunan PNS," lanjutnya.

Korban depresi dan pernah hilang sebelumnya

Menurut pengakuan keluarga, Agus Latief mengalami depresi setelah pensiun dan sempat meninggalkan rumah beberapa waktu lalu.

Saat itu, keluarga pernah melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Laweyan.

"Dari keterangan keluarga korban bahwa setelah pensiun kondisinya depresi dan ini diinfokan juga pernah hilang juga terkait kehilangan tersebut keluarga juga pernah melaporkan ke Polsek Laweyan. Tapi untuk laporannya kapan ini masih kami cek," jelas Sudarmiyanto.

Tidak ada tanda kekerasan

Saat disinggung terkait dugaan awal penyebab kematian korban, Sudarmiyanto mengatakan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun barang-barang di sekitar jenazah yang mengindikasikan tindak pidana.

"Sementara kita kemarin dari hasil olah TKP memang tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan," kata dia.

Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, jenazah Agus Latief langsung diserahkan ke pihak keluarga pada Senin malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang