Tawuran Berdarah depan Bekasi Creative Center! Mahasiswa Tewas Dibacok, Pelaku Anak di Bawah Umur
Aksi tawuran brutal antar kelompok kembali merenggut nyawa. Seorang mahasiswa tewas setelah menjadi korban pembacokan dalam bentrokan berdarah yang terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua pelaku, sementara dua lainnya masih diburu. Pengungkapan kasus ini disampaikan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Dari hasil penyelidikan, dua orang pelaku pembacokan telah ditangkap, salah satunya masih berusia di bawah umur.
“Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial TFA serta seorang pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Januari 2026.
Korban berinisial TRB diketahui mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam. Luka tersebut terdapat di beberapa bagian vital tubuh, mulai dari pinggang, paha kiri, hingga dahi, yang akhirnya merenggut nyawanya.
“Insiden tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 18 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, di depan Gedung Bekasi Creative Center, Kota Bekasi, Jawa Barat,” tuturnya.
Peristiwa tawuran yang terjadi di ruang terbuka itu sempat memicu kepanikan warga sekitar. Bentrokan antar kelompok tersebut berlangsung singkat namun brutal, meninggalkan korban jiwa dan keresahan di tengah masyarakat.
Usai menerima laporan, aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan intensif. Polisi mengolah tempat kejadian perkara (TKP), menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi.
Upaya tersebut membuahkan hasil hingga akhirnya polisi mengidentifikasi para pelaku.
“Polisi mengamankan TFA dan satu pelaku anak yang diketahui berperan melakukan pembacokan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis clurit,” katanya.
Budi menegaskan, pengungkapan kasus ini menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas kekerasan jalanan, khususnya aksi tawuran yang kerap melibatkan anak muda dan berujung maut.
"Tindakan tawuran sangat membahayakan keselamatan publik dan mengganggu ketertiban umum. Kami akan menindak tegas setiap pelaku kekerasan,” kata Budi.
Polisi juga mengimbau masyarakat, terutama generasi muda di Bekasi dan sekitarnya, agar tidak mudah terprovokasi dan menjauhi aksi tawuran yang kerap dipicu ajakan di media sosial. Aparat memastikan pengejaran terhadap dua pelaku lain yang masih buron terus dilakukan.