Polisi Tangkap Pembunuh Dua Perempuan yang Tewas di Banyumas

Polisi berjaga di depan rumah lokasi penemuan dua mayat perempuan di Desa Patikraja, Banyumas
Polisi berjaga di depan rumah lokasi penemuan dua mayat perempuan di Desa Patikraja, Banyumas

Petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan dua perempuan di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kurang dari lima jam setelah laporan kejadian diterima polisi.

Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Banyumas, Jumat sore, mengatakan terduga pelaku berinisial A alias D (24) diamankan di wilayah Kabupaten Banjarnegara setelah tim gabungan melakukan penyelidikan intensif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak lama setelah laporan masuk, tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial A alias D di wilayah Banjarnegara," katanya menegaskan.

Ia mengatakan pengungkapan kasus tersebut melibatkan Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Banyumas yang berkoordinasi dengan Polres Banjarnegara serta URC eks wilayah Karesidenan Banyumas yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Kasus tersebut terungkap pada Jumat 12 Juni sekitar pukul 07.00 WIB ketika warga mencurigai kondisi rumah korban yang tertutup rapat namun lampunya masih menyala.

Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan dua orang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi berbeda di dalam rumah tersebut.

Kedua korban masing-masing berinisial K (81), seorang pensiunan, dan A (18).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polresta Banyumas bersama tenaga medis, korban A ditemukan meninggal dunia di kamar samping rumah dengan sejumlah luka, antara lain luka robek pada dagu, luka di bagian kepala, serta terdapat indikasi kekerasan pada leher.

Sementara itu korban K ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di area rumah. Proses evakuasi korban melibatkan tim SAR Kabupaten Banyumas.

Kapolresta mengatakan dalam proses penyelidikan awal, saksi sempat mendapati terduga pelaku yang merupakan cucu korban berada di dalam rumah.

Akan tetapi saat hendak dimintai keterangan, yang bersangkutan justru melarikan diri menggunakan sepeda motor dan sempat menabrak warga yang berada di lokasi.

Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk bagi petugas dalam melakukan pengejaran hingga akhirnya terduga pelaku berhasil diamankan di wilayah Banjarnegara.

Saat ini penyidik masih mendalami motif dan kronologi pasti kejadian, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi serta menunggu hasil pemeriksaan forensik dan otopsi untuk memastikan penyebab kematian kedua korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami masih melakukan pendalaman terkait motif dan peran pelaku dalam peristiwa ini. Proses penyidikan terus berjalan," kata Kombes Petrus.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kasus tersebut dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum hingga proses penyidikan selesai. (Ant)