Hari ke-12 Longsor Cisarua: Basarnas Evakuasi 92 Kantong Jenazah, 52 Warga Pasirlangu Teridentifikasi

Hari ke-12 Longsor Cisarua: Basarnas Evakuasi 92 Kantong Jenazah, 52 Warga Pasirlangu Teridentifikasi, Bagaimana hasil identifikasi sementara tim DVI Polri?, Mengapa proses identifikasi masih berlanjut?, Bagaimana rencana penutupan masa pencarian?, Bagaimana kronologi dan dampak longsor Cisarua?

 Dua hari menjelang berakhirnya masa pencarian resmi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tim gabungan mencatat perkembangan signifikan dalam proses identifikasi korban.

Dari total 80 warga Desa Pasirlangu yang sebelumnya dilaporkan hilang, sebanyak 52 orang telah berhasil diidentifikasi.

Proses pencarian dan identifikasi ini berlangsung seiring dengan upaya evakuasi yang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di lokasi bencana.

Hingga hari ke-12 pencarian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menyerahkan total 92 kantong jenazah kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana hasil identifikasi sementara tim DVI Polri?

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa dari 92 kantong jenazah yang diterima, tim DVI Polri telah memproses 71 kantong. Dari proses tersebut, diperoleh 68 identitas korban yang berhasil dikenali.

"Berdasarkan rilis DVI 4 Februari 2026 pukul 16.30 WIB, sebanyak 68 jiwa berhasil diidentifikasi," ujar Ade Dian saat dikonfirmasi pada Rabu (4/2/2026) sore.

Ia menambahkan bahwa dari total korban yang telah teridentifikasi tersebut, 52 orang merupakan warga Desa Pasirlangu yang masuk dalam daftar awal 80 orang hilang pascabencana longsor.

"Dari angka tersebut, 52 orang merupakan warga Desa Pasirlangu yang masuk dalam 80 daftar pencarian awal," ujarnya.

Sementara itu, masih terdapat 21 kantong jenazah lainnya yang saat ini tengah menjalani proses identifikasi lanjutan.

Proses ini dilakukan dengan mencocokkan data post-mortem dengan data ante-mortem yang dihimpun dari pihak keluarga korban.

Mengapa proses identifikasi masih berlanjut?

Tim DVI Polri, melalui perwakilannya Hendra, menyampaikan bahwa tahapan rekonsiliasi data akan terus dilanjutkan hingga seluruh jenazah yang ditemukan dapat terkonfirmasi identitasnya.

“Untuk selanjutnya, dari sisa jenazah yang ada kami melaksanakan kegiatan rekonsiliasi berkaitan dengan proses identifikasi yang sudah dilakukan, baik pembandingan data post-mortem maupun ante-mortem,” katanya.

Ia berharap jumlah korban yang berhasil diidentifikasi dapat terus bertambah seiring berjalannya proses pencocokan data oleh tim forensik.

“Karena berdasarkan laporan yang kami terima, jumlah orang hilang terus diperbarui setiap hari. Kami akan melayani sampai seluruh proses selesai,” kata dia.

Bagaimana rencana penutupan masa pencarian?

Operasi pencarian korban longsor Cisarua dijadwalkan akan berakhir pada Jumat (6/2/2026), bertepatan dengan berakhirnya masa darurat bencana.

Menjelang penutupan tersebut, pihak otoritas terkait akan menggelar rapat evaluasi untuk menentukan apakah masa pencarian perlu diperpanjang atau dihentikan.

“Kami berkomitmen melakukan pencarian hingga masa darurat selesai tanggal 6 Februari. Selanjutnya, kami akan mengevaluasi proses evakuasi ini secara menyeluruh,” tambah Ade Dian.

Pada hari ke-12 pencarian, petugas SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi tujuh kantong jenazah baru dari area longsoran. 

Bagaimana kronologi dan dampak longsor Cisarua?

Bencana longsor hebat ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari dan menerjang permukiman warga di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menimbun rumah-rumah warga serta area sekitarnya.

Selain 80 warga desa yang dilaporkan hilang, musibah ini juga menelan korban jiwa dari unsur TNI Marinir. Sebanyak 24 personel Marinir dilaporkan meninggal dunia saat tengah bertugas di lokasi bencana.

Untuk mempercepat proses pencarian di area dengan tingkat kesulitan tinggi, tim SAR gabungan juga mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR). 

Hendra menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal demi efektivitas pencarian.

“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa faktor cuaca masih menjadi tantangan di lapangan. Hujan yang turun secara tidak menentu kerap menghambat proses evakuasi dan meningkatkan risiko bagi petugas.

“Kita ketahui bersama bahwa saat ini cuaca kadang-kadang baik, namun terkadang masih turun hujan, sehingga tentu saja tim SAR gabungan masih mengalami sejumlah kesulitan,” kata dia.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Operasi SAR Longsor Cisarua Berakhir Jumat Besok, Basarnas Serahkan 92 Kantong Jenazah ke DVI Polri. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang