Tim SAR Evakuasi 53 Korban Longsor Cisarua: 38 Jenazah Teridentifikasi, 27 Orang Masih Hilang
Operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlanjut.
Hingga hari kelima pelaksanaan operasi, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 53 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Proses pencarian dilakukan secara intensif di tengah tantangan cuaca dan kondisi medan yang berat.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menyampaikan bahwa pada hari kelima pencarian, tim kembali menemukan dua kantong jenazah korban longsor.
Seluruh temuan tersebut langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Hingga pukul 16.00 WIB total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 53 kantong jenazah dan yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI sebanyak 38 korban,” ujar Ade di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026) dikutip dari Antara.
Berapa Jumlah Korban dan Warga Terdampak Longsor?
Ade menjelaskan, berdasarkan pembaruan data dari penanggung jawab penanganan bencana, jumlah warga terdampak longsor terus bertambah. Hingga hari kelima, tercatat sebanyak 155 jiwa terdampak peristiwa tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 75 orang dilaporkan selamat, sementara 80 orang lainnya sempat dinyatakan hilang sejak kejadian longsor terjadi.
Seiring berjalannya operasi pencarian, Tim SAR gabungan telah menemukan 53 orang dari daftar korban hilang.
Dengan demikian, masih terdapat 27 orang yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
“Dengan demikian, total penemuan pada hari kelima adalah dua kantong jenazah yang seluruhnya berasal dari sektor A2,” kata Ade.
Apa Kendala dalam Proses Pencarian?
Ade mengungkapkan bahwa proses pencarian korban tidak berjalan mudah. Salah satu kendala utama adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Sejak pagi hari, hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya, sehingga menyulitkan pergerakan tim di lapangan.
Selain faktor cuaca, kondisi tanah yang labil dan material longsoran yang bercampur air juga meningkatkan risiko bagi personel SAR. Oleh karena itu, setiap langkah pencarian dilakukan dengan perhitungan matang demi menjaga keselamatan tim.
Lanskap lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).
Bagaimana Strategi Pencarian Dilakukan?
Untuk mengoptimalkan proses evakuasi, Tim SAR gabungan melakukan evaluasi lapangan secara berkala.
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, wilayah pencarian diperluas dengan menggeser sebagian personel dari sektor A2 ke sektor B2.
Langkah tersebut diambil karena adanya indikasi potensi keberadaan korban di area sektor B2. Perluasan sektor diharapkan dapat mempercepat proses pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.
Ade menambahkan bahwa operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilaksanakan sesuai dengan keputusan pemerintah terkait penetapan status tanggap darurat bencana.
“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” kata Ade.
Bagaimana Kronologi Terjadinya Longsor di Pasirlangu?
Bencana tanah longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.
Material tanah bercampur air mengalir deras dari lereng Gunung Burangrang dan menerjang permukiman warga. Sedikitnya sekitar 30 rumah terdampak akibat peristiwa tersebut.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyebut longsor terjadi secara mendadak saat sebagian besar warga tengah terlelap tidur, sehingga banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
Hingga kini, proses pendataan korban jiwa dan luka-luka masih terus berlangsung. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, pemerintah desa bersama pihak terkait telah mengevakuasi warga dari zona rawan.
Warga diinstruksikan untuk mengungsi sementara di Aula Kantor Desa Pasirlangu. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko korban tambahan apabila terjadi longsor lanjutan.
Luas area terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 30 hektar. Longsoran diduga dipicu oleh kondisi tanah yang labil serta curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang