Chef Perancis Ini Tinggalkan Dapur Mewah, Pilih Masak di Pengungsian Longsor Cisarua

Chef Perancis Ini Tinggalkan Dapur Mewah, Pilih Masak di Pengungsian Longsor Cisarua, David Dapat Informasi dari Grup Chat, David Jadi Relawan karena Alasan Kemanusiaan, David Hadir karena Takdir Allah, David Siapkan 700 Paket Makanan

Ada pemandangan berbeda di sela proses penanganan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. 

Seorang chef asal Perancis ikut terlibat di dapur umum pengungsian Desa Pasirlangu dengan membantu menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak longsor.

Chef tersebut adalah David Caileba, seorang executive chef berkewarganegaraan Perancis yang memilih datang langsung ke lokasi bencana sebagai relawan. 

Ia bergabung bersama relawan lain di dapur darurat yang berdiri di halaman SD Negeri Pasirlangu. Lokasi ini sudah dialihfungsikan untuk mendukung kebutuhan pengungsi.

David Dapat Informasi dari Grup Chat

David tampak menyatu dengan aktivitas dapur. Tangannya cekatan membersihkan bahan, memotong sayuran, hingga mengolah masakan bersama relawan lain. 

Meski bukan warga setempat dan tidak mengenakan atribut khusus, kehadirannya memberi warna tersendiri di dapur pengungsian.

“Awalnya saya lihat informasi di grup, katanya butuh relawan untuk masak di sini,” ucap David, dikutip dari , Kamis (29/1/2026).

Keputusan datang ke Desa Pasirlangu diambil tanpa perhitungan panjang. Saat itu, David sedang tidak terikat pekerjaan. 

Sebelumnya, ia juga sempat terlibat dalam kegiatan sosial di kawasan Moch Toha, Kota Bandung. 

Ketika mendapat kabar bencana longsor di Cisarua, ia merasa terpanggil untuk kembali turun membantu.

“Kalau bisa bantu, kenapa tidak. Di sini saya lihat gotong-royongnya luar biasa,” kata David.

David Jadi Relawan karena Alasan Kemanusiaan

Bagi David, aktivitas di dapur pengungsian bukan sekadar memasak. 

Ia melihat langsung kondisi warga yang kehilangan rumah, anak-anak yang terdampak, serta keluarga yang harus memulai kembali kehidupan dari awal. 

Hal itu mendorongnya untuk hadir dan berkontribusi melalui keahlian yang ia miliki.

“Kita harus saling membantu. Ini bukan soal negara atau bahasa. Ini soal manusia,” ujarnya.

Pengalaman di Pasirlangu menjadi kali pertama David terjun sebagai relawan kebencanaan. Namun, dunia dapur bukan hal baru baginya. 

David Hadir karena Takdir Allah

David telah menekuni dunia memasak sejak 1991 lalu menjadi chef profesional pada 1998. Ia sudah menetap di Indonesia selama 16 tahun. 

Seluruh pengalaman itu kini ia terapkan di dapur darurat pengungsian.

“Saya ke sini karena takdir Allah SWT,” katanya, dikutip dari TribunJabar, Kamis (29/1/2026).

Di sela kesibukannya, David tetap menyelipkan humor. Saat ditanya alasan utamanya datang ke Pasirlangu, ia berkelakar bahwa kehadirannya juga agar tidak mengganggu sang istri di rumah karena sedang tidak memiliki jadwal memasak.

“Daripada saya tak berbuat apa-apa, ya lebih baik ke sini. Setidaknya saya bisa memberikan bantuan tenaga untuk masyarakat dengan membuatkan makanan yang halal dan baik,” ujarnya.

David Siapkan 700 Paket Makanan

Menu yang disajikan di dapur umum pun tidak monoton. Bersama relawan lain, David mengolah bahan sederhana seperti kol, wortel, jagung, dan sawi menjadi berbagai hidangan. 

Sapi lada hitam, mi goreng sosis, hingga ayam goreng menjadi menu yang dibagikan kepada para pengungsi.

Meski berlatar belakang kuliner barat, David menyesuaikan masakannya dengan kondisi pengungsi. 

Ia membatasi penggunaan cabai demi menjaga kesehatan dan kenyamanan warga di lokasi pengungsian.

“Saya masak makanan yang sehat saja. Jangan terlalu banyak cabai, saya khawatir nanti masyarakat banyak yang harus antre ke toilet,” katanya sambil tertawa.

Setiap harinya, David bersama tim menyiapkan sekitar 700 paket makanan untuk tiga kali waktu makan. 

Jika ditotal, ribuan porsi telah dibagikan kepada warga terdampak longsor di kawasan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang