Cerita dari Posko Pengungsian Cisarua, Salamah Menanti Kabar 9 Anak dan Cucu yang Tertimbun Longsor

Raut lemas tak bisa disembunyikan dari wajah Salamah (80). Lansia asal Kampung Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini hanya bisa duduk selonjoran di atas kasur tipis posko pengungsian, Selasa (27/1/2026).
Sudah empat hari Salamah mengungsi. Namun, pikirannya tak pernah tenang. Ia masih menanti kabar dua anak serta tujuh cucu dan cicitnya yang hilang tertimbun material longsor Bandung Barat.
"Alhamdulillah sehat, tapi ingat terus anak-anak dan cucu (belum ditemukan)," ujar Salamah saat ditemui di Posko Pengungsian Desa Pasirlangu, Selasa.
Total ada sembilan anggota keluarga Salamah yang hilang. Mereka sebelumnya tinggal di lima rumah berbeda yang kini telah rata dengan tanah akibat terjangan tanah dari kaki Gunung Burangrang.
Meski rumah pribadinya selamat, Salamah terpaksa mengungsi karena lokasi huniannya berada di zona rawan. Di tengah keterbatasan, ia mengaku hanya membutuhkan bantuan sederhana.
"Rumah saya di sebelah sana (atas) cuma tidak jauh. Sekarang di sini (posko). Kebutuhan sudah terpenuhi, paling butuh sandal," ucapnya lirih.
Bayi Satu Bulan di Tengah Dinginnya Posko
Kondisi memprihatinkan juga terlihat di lapangan badminton yang dialihfungsikan menjadi tempat pengungsian. Udara dingin pegunungan menembus celah bangunan, tempat ratusan warga Kampung Babakan dan Pasirkuning bertahan.
Di sudut lapangan, seorang bayi perempuan berusia satu bulan bernama Lintang tampak meringkuk di pelukan ibunya, Santi. Lintang harus berbagi ruang sempit dengan puluhan anak-anak lainnya beralaskan tikar seadanya.
"Anaknya anteng banget, Alhamdulillah," kata Santi, Senin (26/1/2026).
Santi menceritakan, ia berhasil menyelamatkan diri saat gemuruh tanah mulai mengubur kampungnya. Meski rumahnya masih berdiri, dinding bagian belakang sudah retak parah.
Mengenai logistik, Santi menyebut kebutuhan dasar seperti susu formula dan popok sudah mencukupi. Namun, bantuan pakaian dalam untuk pengungsi perempuan masih sangat minim.
"Sudah terpenuhi semua, cuma itu, kebutuhan perempuan seperti pakaian dalam belum banyak. Kalau buat bayi, pokok susu sudah ada semua," tuturnya.
Longsor dahsyat terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, 24 Januari 2026. Seorang balita bernama Arsa (2) selamat dalam longsor dahsyat yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Bara, Sabtu (24/1/2026).
Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, dan relawan terus menyisir area terdampak di Desa Pasirlangu (Cisarua) dan Desa Sukajaya (Lembang).Data terbaru menunjukkan, sebanyak 38 kantong jenazah telah dievakuasi dan diserahkan ke tim DVI untuk proses identifikasi.
Medan pencarian tergolong berat. Lokasi longsor kini menyerupai aliran sungai kering yang dipenuhi material bangunan, kayu, dan bambu.
Dari kejauhan, "mahkota" longsor di Gunung Burangrang terlihat jelas membelah hijaunya hutan dengan warna cokelat tanah yang kontras.
Petani Kehilangan Mata Pencaharian
Dampak bencana longsor KBB ini tidak hanya menghancurkan rumah, tetapi juga memutus urat nadi ekonomi warga. Lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama kini musnah tertimbun tanah.
Cicin (42), salah satu pengungsi, mengaku kehilangan empat petak lahan sayuran warisan orang tuanya. Padahal, lahan tersebut ditanami kol, brokoli, dan selada yang siap panen.
"Iya lahan pertanian habis. Sayuran ada yang sudah dipanen dan ada juga yang belum. Tiga petak selada belum dipanen," kata Cicin.
Biasanya, dalam sekali panen ia bisa mengantongi Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Kini, harapan itu pupus. Suaminya yang bekerja sebagai buruh tani juga terancam menganggur karena lahan milik warga lain pun turut hancur.
"Sekarang penghasilan enggak ada, cuma dari pertanian saja. Ke depan juga enggak bisa ditanami lagi, sudah rata," keluhnya.
Kini, para pengungsi hanya bisa berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang, baik terkait relokasi hunian maupun pemulihan ekonomi bagi para petani yang kehilangan lahan.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Gelisah Salamah di Posko Pengungsian, Menanti Kabar 9 Anak Cucu yang Masih Tertimbun Longsor Cisarua
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang