Jalan Rusak Tak Bisa Dilalui, Warga Jambi Terpaksa Bawa Jenazah Gunakan Alat Berat

tanjung jabung timur, kerusakan jalan di jambi, jenazah dibawa pakai alat berat, viral video jambi, Jalan Rusak Tak Bisa Dilalui, Warga Jambi Terpaksa Bawa Jenazah Gunakan Alat Berat

 Video yang memperlihatkan warga membawa jenazah menggunakan alat berat atau 'jonder' di Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi karena kondisi jalan di daerah tersebut rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, bahkan mobil jenazah.

Aksi ini memantik perhatian publik dan menjadi potret nyata persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat pedesaan.

Mengapa Jenazah Diangkut Menggunakan Jonder?

Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi (6/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Parit Bengkok, Kelurahan Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Berdasarkan keterangan Roni (29), warga sekaligus sopir jonder yang membawa jenazah tersebut, alat berat digunakan karena satu-satunya akses jalan menuju rumah anak almarhum rusak parah akibat hujan deras.

"Jalan itu hancur dan berlumpur, mobil tidak bisa lewat sama sekali. Jadi warga minta tolong ke saya agar jenazah bisa keluar," ujar Roni saat ditemui, Jumat (7/11/2025) dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, proses pengangkutan berjalan lancar dan jenazah kemudian dipindahkan ke mobil ambulans setelah mencapai jalan yang lebih layak.

Apa Penyebab Jalan Parit Bengkok Rusak Parah?

Kerusakan jalan Parit Bengkok disebut sudah terjadi sejak satu pekan terakhir. Cuaca ekstrem dan hujan deras membuat jalan berlumpur tebal hingga tidak bisa dilalui kendaraan, termasuk mobil angkutan hasil perkebunan.

Kondisi ini semakin parah karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang belum mendapat perbaikan signifikan.

"Akses jalan ini tidak bisa dilintasi mobil. Sudah satu minggu rusak parah dan putus total. Mobil kami yang biasa angkut sawit saja terbenam sejak Jumat lalu," kata Sugeng, warga setempat, kepada wartawan.

Menurut warga, jalan Parit Bengkok merupakan jalur alternatif penghubung antara Kecamatan Muara Sabak Barat dan Kecamatan Kuala Jambi.

Sementara jalur utama melalui Jembatan Rano belum bisa digunakan karena masih dalam proses perbaikan.

Akibatnya, masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan jalan rusak tersebut meski berisiko tinggi.

Bagaimana Kondisi di Lapangan Saat Ini?

Kondisi jalan yang hancur total tidak hanya menyulitkan mobil jenazah, tetapi juga kendaraan pengangkut sembako dan hasil pertanian.

Akibatnya, distribusi barang ke wilayah pedalaman terganggu, dan warga harus mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau hujan, kami bisa terisolasi. Anak-anak susah berangkat sekolah, dan barang kebutuhan mahal karena truk tidak bisa masuk," ujar warga lainnya yang berharap pemerintah daerah segera turun tangan.

Adapun dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Kepala UPTD Alkal Dinas PUPR setempat, Al Qodrial, membenarkan bahwa jalan tersebut sebelumnya sudah pernah diperbaiki. Namun, kondisi cuaca dan beban kendaraan yang melintas menyebabkan jalan kembali rusak.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.