Korban Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Jenazah Ditemukan, 6 Teridentifikasi, dan 81 Warga Masih Hilang

Korban Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Jenazah Ditemukan, 6 Teridentifikasi, dan 81 Warga Masih Hilang, Berapa jumlah korban yang berhasil ditemukan pada hari pertama?, Berapa jumlah korban yang masih dinyatakan hilang?, Mengapa proses pencarian korban dihentikan sementara?, Bagaimana kronologi longsor di Desa Pasirlangu?

 Bencana longsor kembali menelan korban jiwa di wilayah Jawa Barat. Pada hari pertama pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, aparat kepolisian bersama tim gabungan berhasil mengumpulkan 10 kantong jenazah dari timbunan material longsor.

Proses pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari, meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk menjalani proses identifikasi.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Berapa jumlah korban yang berhasil ditemukan pada hari pertama?

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan mengatakan, hingga Sabtu (24/1/2026), terdapat 10 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi dari lokasi longsor.

"Di Pos DVI saat ini terdapat 10 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 6 jenazah telah teridentifikasi dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga," ujar Hendra di lokasi kejadian.

Dari total temuan tersebut, sembilan jenazah ditemukan dalam kondisi utuh. Sementara itu, satu kantong jenazah berisi potongan tubuh korban.

Salah satu bagian tubuh berupa tangan telah berhasil diidentifikasi melalui pembanding sidik jari. Adapun satu bagian tubuh lainnya berupa kaki masih menunggu hasil pencocokan DNA.

Berapa jumlah korban yang masih dinyatakan hilang?

Hendra menyampaikan, hingga Sabtu sore pukul 16.00 WIB, masih terdapat sekitar 81 warga yang dilaporkan hilang akibat longsor yang menerjang kawasan permukiman dan pertanian di kaki Gunung Burangrang tersebut.

"Angka ini masih bersifat perkiraan berdasarkan data posko pengaduan. Dari laporan yang masuk, sebanyak 23 korban telah teridentifikasi," kata Hendra.

Data korban hilang masih terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan laporan dari masyarakat.

Tim gabungan juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mencocokkan data korban yang telah ditemukan.

Korban Longsor Cisarua Bandung Barat: 10 Jenazah Ditemukan, 6 Teridentifikasi, dan 81 Warga Masih Hilang, Berapa jumlah korban yang berhasil ditemukan pada hari pertama?, Berapa jumlah korban yang masih dinyatakan hilang?, Mengapa proses pencarian korban dihentikan sementara?, Bagaimana kronologi longsor di Desa Pasirlangu?

Sebanyak 89 warga diduga tertimbun material longsor yang menerjang kawasan permukiman di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Mengapa proses pencarian korban dihentikan sementara?

Proses pencarian korban longsor terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu sore. Penghentian dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung serta faktor keselamatan tim penyelamat di lapangan.

"Karena cuaca belum memungkinkan, penggalian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan besok. Kami berharap seluruh korban yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan," sebut Hendra.

Pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, serta warga setempat pada Minggu (25/1/2026) pagi, dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi medan.

Bagaimana kronologi longsor di Desa Pasirlangu?

Sebelumnya, bencana longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Longsor terjadi secara tiba-tiba saat sebagian besar warga tengah terlelap tidur.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyatakan bahwa material tanah bercampur air mengalir deras dari lereng bukit Gunung Burangrang dan menerjang kawasan permukiman warga.

Akibat peristiwa tersebut, sekitar 30 rumah warga dilaporkan terdampak. Proses pendataan korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka hingga kini masih terus berlangsung.

Untuk mengantisipasi bahaya longsor susulan, pemerintah desa bersama aparat terkait telah mengevakuasi warga yang tinggal di zona rawan. Warga diinstruksikan untuk mengungsi sementara ke Aula Kantor Desa Pasirlangu.

Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, mengingat kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil. Luas area terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 30 hektar.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, longsor diduga dipicu oleh kombinasi kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tanah di lereng bukit kehilangan daya ikat, sehingga mudah longsor dan terbawa aliran air deras.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Longsor Cisarua Bandung Barat, Polisi Kumpulkan 10 Kantong Jenazah, 6 Sudah Teridentifikasi".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang