BERITA FOTO: Dampak Longsor di Cisarua Bandung Barat dan Kerusakannya
Proses pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat terus dilakukan, Selasa (27/1/2026).
Perlu diketahui, tanah longsor di Cisarua tersebut tidak hanya mengakibatkan kerugian bagi warga sipil, tetapi juga menelan korban dari kalangan apparat penegak hukum, baik dari TNI maupun Polri.
Tanah longsor di Cisarua, terjadi di Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, atau sekitar pukul 03.00 WIB.
20 jenazah berhasil diidentifikasi
Foto udara tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi.
Tim Disaster Vicim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah mendapatkan 39 kantong jenazah hingga Senin (26/1/2026) pukul 18.00 WIB.
Sejauh ini, 20 jenazah sudah berhasil didentifikasi.
"Dari 39 kantong ini, ini terbaru tadi ada 14 kantong. Kami masih melakukan proses identifikasi, kami sampaikan ada 13 jenazah utuh dan satu adalah part body yang kita dapatkan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan di area Puskesmas Pasirlangu, Senin.
Seratusan warga dilaporkan hilang
Foto udara tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi.
Setidaknya lebih dari 100 warga dilaporkan hilang dan kemungkinan tertimbun oleh material longsor yang mengalir deras.
Adapun dua anggota Polri yang turut menjadi korban yakni:
- Aiptu Hendra Kurniawan
- Aipda Muhammad Jerry
Kecelakaan saat bergugas
LONGSOR CISARUA: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Minggu (25/1) pukul 10.00 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 lainnya masih dalam pencarian.
Keduanya merupakan anggota Polres Cimahi dan meninggal akibat kecelakaan saat bertugas menangani bencana tersebut.
Kecelakaan itu terjadi saat mereka dalam perjalanan menuju lokasi bencana, tepatnya di Jalan Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, di mana keduanya tertabrak truk TNI yang mengalami masalah pengereman di jalan yang menurun.
Korban dari prajurit TNI
LONGSOR CISARUA: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Minggu (25/1) pukul 10.00 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 lainnya masih dalam pencarian.
Selain anggota Polri, setidaknya 23 prajurit TNI juga menjadi korban longsor Cisarua.
Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, dengan empat dari 23 anggota sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Saat kejadian, para prajurit sedang menjalani pelatihan sebelum bertugas di perbatasan RI-PNG (Papua Nugini).
Pesan Wapres Gibran
TINJAU LOKASI: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan pengungsi saat meninjau tempat pengungsian sementara di Kantor Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Peninjauan itu untuk memastikan proses pencarian korban bencana tanah longsor dan penanganan darurat serta keselamatan warga terdampak berjalan dengan optimal.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk mengusut dugaan alih fungsi lahan yang memicu longsor di Pasirlangu Cisarua tersebut.
Permintaan itu disampaikannya saat meninjau lokasi bencana pada Minggu (25/1/2026).
Gibran menekankan perlunya Langkah cepat penanganan dan pencegahan agar kejadian serupa tak terulang.
Selain itu, Wapres juga meminta agar pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak diminta berjalan optimal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang