Longsor Cisarua Bandung Barat: 25 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI, Ini 11 Nama Korban yang Teridentifikasi

Longsor Cisarua Bandung Barat: 25 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI, Ini 11 Nama Korban yang Teridentifikasi, Bagaimana fokus pencarian korban pada hari kedua?, Berapa korban yang telah berhasil diidentifikasi?, Apa strategi pencarian yang akan dilakukan selanjutnya?, Bagaimana kronologi bencana longsor Cisarua?

 Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melanjutkan upaya pencarian korban bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hingga hari kedua pencarian, total 25 kantong jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan pencarian korban pada hari kedua dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Hujan deras yang mengguyur lokasi bencana dinilai membahayakan keselamatan petugas di lapangan.

“Dari pukul 16.00 WIB, kami menghentikan pencarian karena cuaca yang tidak mendukung (hujan deras) dan akan dilanjutkan besok. Total ada 25 kantong jenazah yang diserahkan kepada pihak DVI Polri,” kata Ade Dian di Bandung, Minggu (25/1/2026) dikutip dari Antara.

Bagaimana fokus pencarian korban pada hari kedua?

Ade Dian menjelaskan, pencarian pada hari kedua difokuskan pada area-area yang sebelumnya telah terdeteksi adanya korban. Tim SAR gabungan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mempercepat proses evakuasi.

“Penemuan ada di sektor A dan B, dan kebanyakan di A1, A2, dan B1, sesuai informasi di lapangan. Kami memfokuskan pencarian ke dua area tersebut karena banyak korban longsor berada di area tersebut berdasarkan informasi warga,” ujarnya.

Namun demikian, proses pencarian tidak berjalan tanpa hambatan. Ancaman longsor susulan menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Ade Dian mengungkapkan, sempat terjadi longsor susulan akibat adanya retakan di mahkota longsor.

“Tadi terjadi longsor susulan karena ada retakan di mahkota longsor sehingga pencarian dihentikan sementara sekitar 30 menit. Berdasarkan kajian di lapangan pada pukul 10.30 WIB, pencarian kembali dilanjutkan pukul 11.00 WIB,” katanya.

Berapa korban yang telah berhasil diidentifikasi?

Sementara itu, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah korban longsor. Dari jumlah tersebut, 10 jenazah ditemukan dalam kondisi tubuh utuh, sedangkan satu jenazah diidentifikasi melalui potongan tubuh.

Korban yang telah teridentifikasi masing-masing bernama

  • Suryana (57)
  • Jajang Tarta (35)
  • Dadang Apung (60)
  • Nining (40)
  • Nurhayati (42)
  • Lina Lismayanti (43)
  • A.I. Sumarni (35)
  • Koswara (40)
  • Koswara (26)
  • Ayu Yuniarti (31).

Sementara satu korban lainnya, M. Kori (30), berhasil diidentifikasi melalui potongan tubuh berupa tangan.

Longsor Cisarua Bandung Barat: 25 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI, Ini 11 Nama Korban yang Teridentifikasi, Bagaimana fokus pencarian korban pada hari kedua?, Berapa korban yang telah berhasil diidentifikasi?, Apa strategi pencarian yang akan dilakukan selanjutnya?, Bagaimana kronologi bencana longsor Cisarua?

Baca juga:

Lanskap lokasi longsor dan lahan perkebunan di lereng Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).

Apa strategi pencarian yang akan dilakukan selanjutnya?

Terkait rencana pencarian pada hari berikutnya, Ade Dian menyampaikan bahwa tim SAR akan menambah titik pencarian, termasuk di area-area yang sulit dijangkau.

Selain itu, alat deteksi tambahan juga akan digunakan untuk mempercepat proses pencarian dan identifikasi korban.

“Dalam proses pencarian hari kedua ini, kami menurunkan alat berat. Besok direncanakan ada tiga tambahan alat berat, jadi total ada enam yang dikerahkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama dalam kelancaran proses evakuasi. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kondisi lapangan terus dilakukan.

“Kami tetap fokus pada kendala yang ada, di mana faktor cuaca sangat menentukan. Lokasi-lokasi menjadi bahan evaluasi kami,” kata Ade Dian.

Bagaimana kronologi bencana longsor Cisarua?

Bencana longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Longsor terjadi secara mendadak saat sebagian besar warga tengah tidur.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyatakan material tanah bercampur air mengalir deras dari lereng Gunung Burangrang dan menerjang permukiman warga.

Sekitar 30 rumah dilaporkan terdampak, sementara luas area longsoran diperkirakan mencapai 30 hektar.

Hingga kini, proses pendataan korban jiwa dan korban luka masih terus berlangsung. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, pemerintah desa bersama pihak terkait telah mengevakuasi warga dari zona rawan.

Warga diinstruksikan mengungsi ke Aula Kantor Desa Pasirlangu guna menghindari risiko bencana lanjutan.

Longsor ini diduga dipicu oleh kondisi tanah yang labil serta curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang