Update Longsor Cisarua: 27 Jenazah Teridentifikasi, RS Swasta Diminta Siapkan Freezer
Tim SAR gabungan kembali menemukan 9 kantong jenazah di hari keempat pencarian korban longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).
Ditambah temuan tersebut, total korban tertimbun longsor yang berhasil ditemukan hingga hari keempat pencarian mencapai 48 orang.
Dari 48 kantong jenazah, tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 27 jenazah.
Proses pencarian yang dilakukan oleh Basarnas masih terus berlangsung di lokasi longsor, di mana tim masih berupaya menemukan korban yang diduga terjebak di bawah tumpukan material longsor.
Pada sore hari, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, pencarian terpaksa dihentikan akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Data korban terkini
Dilansir dari , Selasa, data terbaru dari posko penanganan bencana mencatat jumlah warga terdampak longsor bertambah menjadi 155 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 orang dilaporkan selamat, sementara 80 orang dinyatakan hilang sejak tragedi longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
Dari 80 warga yang dilaporkan hilang, sebanyak 48 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan demikian, hingga hari keempat operasi pencarian, masih terdapat 32 orang yang belum ditemukan.
Namun, Ade Zakir sebagai Incident Commander bencana longsor di Cisarua, menyatakan bahwa ia belum bisa memberikan angka pasti mengenai jumlah korban yang masih dinyatakan hilang.
Hal ini lantaran menurut kepala desa ada kepanikan di lokasi, sehingga data yang masuk perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh Basarnas.
Dilansir dari Tribun, longsor yang menghantam Kampung Pasir Kuning ini menimbun sekitar 30 rumah warga.
Dari total warga yang terdampak, tercatat 34 orang mengalami dampak langsung, 23 orang berhasil diselamatkan, sementara sisanya masih dinyatakan hilang.
Kombes Laode Aries El Fathar, Karo Ops Polda Jabar menjelaskan, bahwa data awal yang diperoleh terus diverifikasi.
Ada kemungkinan satu nama korban diwakili oleh beberapa orang saat pelaporan, yang berakibat pada penurunan jumlah korban yang dilaporkan.
Freezer untuk simpan jenazah
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah meminta rumah sakit swasta di kawasan Bandung Raya untuk menyiapkan freezer jenazah.
Alat ini berfungsi untuk menyimpan jenazah di suhu yang sesuai (-5 hingga -20 derajat Celsius) agar tidak cepat membusuk.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Raden Vini Adiani Dewi, menyatakan bahwa persiapan ini penting mengingat proses identifikasi jenazah dapat memakan waktu, terutama jika diperlukan tes DNA.
“Rumah sakit di Bandung Raya diharapkan bisa meminjamkan freezer jenazahnya untuk membantu proses ini. Kita tidak tahu berapa banyak yang akan dibutuhkan, jadi kita antisipasi saja,” tambahnya.
Freezer jenazah ini hanya akan digunakan untuk jenazah yang belum teridentifikasi, sementara yang sudah dikenali akan langsung dibawa oleh keluarganya.
Vini juga mengungkapkan bahwa rumah sakit swasta di Bandung umumnya memiliki kesiapan untuk meminjamkan alat ini, dan saat ini mereka juga telah menyiapkan tiga posko kesehatan di Dusun Pasir Kuning untuk mendukung upaya penanganan bencana.
“Sejak hari pertama, tim kesehatan kami sudah diterjunkan dan persediaan obat-obatan mencukupi,” jelas Vini.
Informasi ini merupakan pembaruan terbaru mengenai situasi bencana longsor di Cisarua, di mana langkah-langkah untuk mendukung proses identifikasi dan penanganan korban terus dilakukan dengan saksama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang