Longsor di Cilacap di Hari Ketiga Pencarian: 11 Jenazah Ditemukan, 12 Warga Masih Hilang

tim SAR, BNPB, tanah longsor, Cilacap, korban tanah longsor, bencana tanah longsor, tanah longsor di Cibeunying, Longsor di Cilacap di Hari Ketiga Pencarian: 11 Jenazah Ditemukan, 12 Warga Masih Hilang, Pencarian di lima wilayah, Pengerahan alat berat ditambah, 19 Anjing Pelacak Dikerahkan, Kendala utama faktor cuaca

Di hari ketiga operasi pencarian, Sabtu (15/11/2025), masih ada 12 orang yang hilang dalam bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Hingga Sabtu (15/112025) siang pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan untuk operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, kembali menemukan delapan jenazah.

Jumlah korban itu termasuk dua potongan tubuh, yang kemudian diidentifikasi milik satu nama, menurut rilis BNPB pada Sabtu.

Dengan ditemukannya korban tertimbun ini, maka jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor Cilacap menjadi sebelas jiwa.

Rinciannya, dua jenazah ditemukan pada hari pertama (13/11/2025), satu jenazah ditemukan pada hari kedua (14/11/2025), dan delapan jenazah pada hari ketiga (15/11/2025).

Menurut BPBD Jawa Tengah pada hari pertama, total keseluruhan korban tanah longsor di Cibeunying, Cilacap mencapai 46 orang dengan 20 orang hilang dan 23 orang selamat.

Jadi hingga saat ini, ada 11 jenazah telah ditemukan sementara 12 orang masih hilang.

Pencarian di lima wilayah

Usai melaksanakan briefing pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPPD, TNI, Polri, dan relawan, langsung turun ke lapangan mulai pukul 7.30 WIB.

Di bawah langit mendung, tim SAR gabungan kembali menyisir area terdampak longsor, yang meliputi tiga dusun yaitu Dusun Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan.

Upaya pencarian dilakukan dengan membagi lima wilayah sektor kerja.

Misi hari ini (15/11/2025) adalah pencarian dan pertolongan warga yang dilaporkan hilang setelah terjadinya longsor pada Kamis (13/11/2025) malam lalu.

Hari ini, 520 personel SAR gabungan dikerahkan guna percepatan operasi SAR.

Pengerahan alat berat ditambah

Sesuai dengan, perencanaan operasi pada Jumat (14/11) malam, penambahan alat berat dikerahkan untuk mendukung operasi pada pagi tadi.

Tujuh unit eskavator diaktifkan untuk menggali dengan hati-hati titik lokasi yang diduga terdapat korban jiwa di dalamnya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan pagi ini turut meninjau lokasi terdampak.

Setelah mengetahui langsung kondisi di lapangan, Budi meminta sumber daya pencarian dan pertolongan dimaksimalkan dengan penambahan alat berat.

“Melihat lokasi terdampak longsor yang sangat luas ini, jika semalam saya sampaikan delapan eskavator harus turun, pagi ini saya minta ditambah lagi empat unit,” ujar Budi.

“Sehingga total alat berat yang dibutuhkan sebanyak 12 unit,” imbuhnya.

Menurut Budi, kebutuhan penambahan alat berat ini karena tingginya timbunan material longsor bervariasi antara 2-8 meter, yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian dengan cepat jika menggunakan peralatan sederhana.

Budi menambahkan, guna percepatan operasi SAR, seluruh sumber daya bisa dikerahkan 24 jam, jika situasi memungkinkan.

“Sumber daya manusianya bisa bergiliran, namun alat berat harus aktif 24 jam,” tambah Budi.

19 Anjing Pelacak Dikerahkan

Tidak hanya sumber daya manusia, total sebanyak 19 anjing pelacak didatangkan dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan beberapa Polres di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

anjing yang mayoritas berjenis Belgian Maloinis dan German Shepherd ini memiliki spesikasi khusus SAR cardaver, yaitu kemampuan penciuman tajam khusus untuk operasi SAR.

Buddy, salah satu unit K9 dari Polres Temanggung berjenis German Shepherd hari ini menemukan empat titik yang diduga terdapat korban tertimbun.

Buddy hari ini bekerja dalam tim bersama rekan unit K9 bernama Jack D, milik Polres Cilacap.

Kendala utama faktor cuaca

Faktor cuaca menjadi unsur penting dalam operasi tanggap darurat longsor Desa Cibeunying.

Hingga hari Minggu (16/11/2025), cuaca di wilayah Kecamatan Majenang diprakirakan akan turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Turunnya hujan akan berpengaruh pada waktu operasional pencarian korban yang diduga masih tertimbun.

Beruntung, pada pagi hingga sore hari ini (15/11/2025) tidak turun hujan meskipun langit mendung. Operasi SAR hari ketiga ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.