Warga Angkut Jenazah dengan Traktor di Jambi, Wabup: Itu Jalan Alternatif, Bukan Jalur Utama
Sebuah video yang memperlihatkan jenazah dibawa menggunakan traktor di Jalan Parit Bengkok, Kelurahan Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, ramai beredar di media sosial.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (6/11/2025). Keluarga terpaksa memakai traktor lantaran ruas jalan utama sedang dalam proses perbaikan, sehingga mereka harus melalui jalur alternatif yang kondisinya rusak berat.
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, membenarkan insiden tersebut.
“Ya benar. Video itu terjadi di wilayah kami. Namun yang dilintasi bukan jalan utama, melainkan jalan alternatif,” ujar Muslimin saat dihubungi, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa akses lain tidak tersedia bagi keluarga jenazah. Jalan utama Rano–Kampung Laut tidak bisa dilewati karena ada pekerjaan perbaikan jembatan.
“Kami menyadari jalan utama ini penting untuk mobilisasi warga dan komoditas hasil perkebunan. Karena itu, kami kebut perbaikan jembatan dengan target selesai dalam 1–2 minggu,” katanya.
Menurut Muslimin, jenazah mulanya diangkut dengan ambulans. Namun, kondisi jalan alternatif yang rusak parah membuat keluarga memilih menggunakan traktor agar perjalanan tidak terhenti.
Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan
Muslimin juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di daerahnya masih menghadapi banyak keterbatasan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Dengan anggaran yang kami miliki, banyak hambatan untuk membangun sekitar 1.200 kilometer jalan poros utama. Saat ini, kondisi mantap baru sekitar 16 persen,” ujarnya.
Tantangan semakin besar karena sekitar 90 persen wilayah Tanjung Jabung Timur merupakan lahan gambut. Pembangunan jalan di atas gambut memerlukan biaya jauh lebih tinggi dibanding di tanah mineral.
“Kalau di tanah mineral biaya pembangunan jalan sekitar Rp6–7 miliar per kilometer, di tanah gambut bisa mencapai Rp8–9 miliar per kilometer,” jelasnya.
Meski begitu, pemerintah daerah akan tetap berupaya memperbaiki infrastruktur demi memperlancar aktivitas warga maupun distribusi hasil perkebunan.
“Kita tetap akan berusaha, dengan anggaran yang ada, agar mobilitas warga dan komoditas perkebunan bisa berjalan lancar,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.