Bantu Evakuasi Korban Longsor Cisarua, TNI AU Andalkan Drone

Bantu Evakuasi Korban Longsor Cisarua, TNI AU Andalkan Drone

TNI Angkatan Udara (AU) membantu proses evakuasi korban longsor Cisarua dengan mengerahkan pesawat tanpa awak atau drone Avia Hybrid.

Ini dilakukan untuk memantau wilayah terdampak tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Kamis, drone yang dikerahkan itu berasal dari satuan Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau).

Kepala Pusat Geosau Marsekal Muda TNI Ferdinand Roring menjelaskan hasil pemantauan udara dari drone akan menjadi bahan pendukung pemerintah daerah dan instansi terkait dalam pencarian korban hilang, operasi SAR, serta penanganan darurat.

"Penggunaan drone Avia Hybrid memungkinkan pemantauan dilakukan secara cepat, akurat, dan aman, terutama di lokasi yang berisiko tinggi bagi personel di lapangan," kata Ferdinand dikutip dari Antara, Kamis (29/1/2026).

Selain itu, citra udara yang ditampilkan melalui drone juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi jalur evakuasi, kondisi permukiman warga, serta infrastruktur yang terdampak longsor.

Hingga saat ini, drone tersebut masih dikerahkan di lokasi bencana untuk kepentingan SAR dan diharapkan proses evakuasi korban bencana longsor di Cisarua bisa berjalan dengan cepat dan maksimal.

Hari Kelima: Tim SAR evakuasi 53 korban longsor Cisarua

Bantu Evakuasi Korban Longsor Cisarua, TNI AU Andalkan Drone

Tim gabungan ketika melakukan pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).

Hingga hari kelima pelaksanaan operasi, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 53 kantong jenazah dari lokasi bencana.

Proses pencarian dilakukan secara intensif di tengah tantangan cuaca dan kondisi medan yang berat.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menyampaikan bahwa pada hari kelima pencarian, tim kembali menemukan dua kantong jenazah korban longsor.

“Hingga pukul 16.00 WIB total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 53 kantong jenazah dan yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI sebanyak 38 korban,” ujar Ade di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026) dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, berdasarkan pembaruan data dari penanggung jawab penanganan bencana, jumlah warga terdampak longsor terus bertambah.

Hingga hari kelima, tercatat sebanyak 155 jiwa terdampak peristiwa tersebut dengan rincian 75 orang dilaporkan selamat dan 80 orang lainnya sempat dinyatakan hilang.

Selama proses evakuasi, Tim SAR gabungan telah menemukan 53 orang dari daftar korban hilang, sehingga tersisa 27 orang yang masih dalam proses pencarian.

Sebelumnya, bencana tanah longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Material tanah bercampur air mengalir deras dari lereng Gunung Burangrang dan menerjang permukiman warga. Sedikitnya sekitar 30 rumah terdampak akibat peristiwa tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang