Longsor Cisarua Masuki Hari ke-9: Area Pencarian Diperluas Cari 10 Korban yang Masih Hilang
Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Memasuki hari kesembilan operasi SAR, cakupan area pencarian diperluas guna memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau secara optimal, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menjelaskan bahwa strategi pencarian pada hari kesembilan difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang dinilai memiliki potensi keberadaan korban, berdasarkan hasil asesmen lapangan dan perkembangan operasi sebelumnya.
Perluasan area pencarian dilakukan seiring bertambahnya unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini.
“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” ujar Ade Dian Permana dalam keterangannya di Bandung, Minggu (1/2/2026) dikutip dari Antara.
Bagaimana fokus pencarian pada hari kesembilan operasi SAR?
Ade menyampaikan bahwa sebelum kegiatan pencarian dimulai, seluruh tim melakukan asesmen keselamatan secara menyeluruh terhadap kondisi longsoran.
Langkah ini menjadi krusial mengingat potensi terjadinya longsor susulan masih cukup tinggi di lokasi bencana.
Sejak pukul 06.00 WIB, tim SAR gabungan telah mengoperasikan drone Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk memetakan kondisi medan, mengidentifikasi area berbahaya, serta menentukan zona aman bagi personel dan peralatan.
Hasil pemantauan udara tersebut kemudian menjadi dasar penentuan sektor kerja dan jalur evakuasi darurat.
“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian,” kata Ade.
Apa saja metode yang digunakan dalam proses pencarian?
Pencarian korban dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dan dibagi ke dalam tiga sektor utama, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie.
Pada masing-masing sektor, tim SAR menerapkan metode pencarian yang disesuaikan dengan karakteristik medan dan tingkat risiko.
Metode yang digunakan meliputi pencarian manual oleh personel terlatih, teknik pencarian teknikal dengan peralatan khusus, serta penggunaan alat berat secara terkontrol.
Seluruh tahapan dilakukan secara berlapis untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan personel dan mencegah pergeseran material longsoran.
Dalam mendukung operasi tersebut, SAR gabungan mengerahkan 18 unit alat berat dengan berbagai spesifikasi, mulai dari PC 75 hingga PC 300. Alat-alat ini difungsikan untuk membuka akses, memindahkan material longsor, serta membantu proses evakuasi korban.
“Optimalisasi penggunaan alat berat disesuaikan dengan situasi lapangan dan hasil asesmen keselamatan, sehingga tetap efektif, namun tidak mengabaikan keamanan personel,” ujarnya.
Berapa jumlah korban terdampak bencana longsor?
Hingga hari kesembilan operasi SAR, jumlah korban terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu tercatat mencapai 158 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 orang dilaporkan selamat, sementara 70 korban telah berhasil dievakuasi dalam kantong jenazah, 44 di antaranya telah teridentifikasi.
Namun demikian, masih terdapat 10 orang yang diduga tertimbun material longsoran dan menjadi fokus utama pencarian lanjutan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan total 3.713 personel dari berbagai unsur, antara lain Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang