Jenazah Warga Pasaman Barat Ditandu Menembus Banjir, Akses Jalan Nasional Masih Putus Total

Banjir yang merendam wilayah Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyebabkan akses jalan nasional terputus total sejak Rabu (26/11/2025) sore.
Kondisi ini memaksa warga dan keluarga menggotong jenazah seorang warga menggunakan tandu untuk menembus luapan Sungai Batang Pasaman pada Kamis.
Jenazah almarhum Dahrizal (62) harus dibawa secara estafet oleh warga Aia Gadang dan pihak keluarga, karena ambulans tidak dapat melintasi genangan banjir yang menutup jalan nasional penghubung wilayah selatan dan utara Pasaman Barat.
“Akses transportasi masih belum bisa melewati genangan air, makanya jenazah dibawa pakai tandu dengan digotong secara bersama-sama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia, Kamis.
Jenazah Ditandu Melewati Genangan Satu Meter Lebih
Menurut Gina Alecia, jenazah Dahrizal hendak dibawa ke rumah duka di Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, untuk dimakamkan.
Namun tingginya debit air akibat banjir Pasaman Barat membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan cara manual.
“Kami berkoordinasi dengan tim di lapangan dan pihak keluarga. Prioritas utama kami adalah memastikan jenazah dapat segera sampai di rumah duka untuk disemayamkan, meskipun harus dilakukan dengan cara estafet, karena kondisi alam yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan,” tuturnya.
Setelah melewati genangan air yang merendam badan jalan lebih dari satu meter, jenazah kemudian dipindahkan ke ambulans untuk melanjutkan perjalanan ke Ujung Gading.
Perwakilan keluarga, Muhiban, menjelaskan bahwa rombongan berangkat dari RSUP M. Djamil Padang pada Rabu (26/11) pukul 08.00 WIB dan tiba di kawasan Jembatan Batang Pasaman sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun ambulans tidak bisa melintas akibat tingginya luapan air di kedua sisi jembatan tersebut.
“Dibantu masyarakat sekitar Jembatan Batang Pasaman, jenazah ditandu ke seberang karena ambulans tidak bisa lewat,” kata Muhiban.
Ratusan Kendaraan Terjebak 12 Jam, Jalan Nasional Putus Total
Sejak Rabu sore, air luapan Sungai Batang Pasaman menutup jalan nasional di Aia Gadang, menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga dua kilometer.
“Arus lalu lintas putus total karena air menggenangi jalan dengan ketinggian mencapai satu meter lebih. Sampai pukul 08.00 WIB pagi ini sudah 12 jam kendaraan terjebak,” ungkap Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Muzhendra, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa jalan yang terputus itu merupakan satu-satunya akses menuju enam kecamatan di Pasaman Barat dan juga jalur utama menuju Sumatera Utara. Puluhan personel polisi telah dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu warga terdampak banjir.
“Kita mengimbau pengendara agar tetap sabar dan tidak terburu-buru menyeberangi banjir karena sangat berbahaya bagi keselamatan mereka,” katanya.
Sementara itu, seorang pengendara bernama Dodi (40) mengaku telah terjebak selama sekitar 10 jam.
“Saya hendak ke Simpang Empat dari Tanah Batahan. Namun, hingga pagi ini kendaraan tidak bisa melewati derasnya luapan air,” ujarnya.
Selain menutup badan jalan, banjir juga merendam puluhan rumah di sekitar lokasi. Warga telah mengungsi ke tempat aman sejak Rabu malam.
Berdasarkan data BPBD Pasaman Barat, hingga Rabu (26/11) sore, 10 dari 11 kecamatan terdampak banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Batang Pasaman.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama BPBD, Polres, dan instansi terkait terus menyalurkan bantuan serta mengevakuasi warga terdampak. Saat ini, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama satu pekan ke depan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang