Balita Selamat dari Longsor Cisarua, Jadi Satu-satunya Anggota Keluarga yang Bertahan

Desa Pasirlangu, Cisarua, Tim SAR Gabungan, Bandung, Jawa Barat, Balita Selamat dari Longsor Cisarua, Jadi Satu-satunya Anggota Keluarga yang Bertahan

Bencana longsor Cisarua pada Sabtu (24/1/2026) menewaskan puluhan nyawa dan mengubur ratusan hunian.

Di tengah-tengah kabar duka, ada satu berita yang memantik haru. Yaitu seorang balita asal Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua yang ditemukan selamat di tengah timbunan longsor.

Dilansir dari pemberitaan KompasTV, Jumat, balita tersebut menjadi satu-satunya yang selamat dalam keluarganya.

Arsya, balita dua tahun tersebut, kini diasuh kerabatnya.

Saat longsor terjadi, Arsya bersama keluarganya sedang berada di dalam rumah.

Arsya diselamatkan lebih dulu oleh sang ayah dengan cara ditaruh di atas genteng rumah. Namun, ketika sang ayah turun untuk menolong istri dan kakak Arsya, longsor kedua datang dan langsung menimbun rumah beserta seluruh penghuninya.

Dua kali longsoran terjadi dalam selang waktu berdekatan. Longsor kedua, adalah hantaman yang paling mematikan.

Jenazah orangtua Arsya, Komarudin dan Epon, telah ditemukan dan diidentifikasi, kemudian langsung dimakamkan di dekat kediaman kerabatnya.

Sementara  kakak Arsya, Feby, masih dicari Tim SAR Gabungan.

Badan geologi ungkap penyebab longsor Cisarua

Badan Geologi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan pengamatan dan penelitian di lokasi pergerakan tanah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat demi mencari penyebab longsor di lokasi tersebut.

Dilansir dari , Jumat, menurut hasil analisis, penyebab utama longsor adalah tingkat curah hujan tinggi yang memengaruhi material di mahkota longsoran atau titik awal longsoran yang berada di pegunungan vulkanik tua Gunung Burangrang.

"Curah hujan ekstrem lebih dari 220 milimeter per hari membuat terjadinya peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, dan terjadinya kegagalan lereng," ujar Plh Kepala PVMBG Edi Slameto di Gedung Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026).

Menurut Edi, secara morfologi, lokasi longsoran Cisarua berada di pegunungan vulkanik tua Gunung Burangrang.

Di mana mahkota longsoran atau titik awal longsoran berada pada lereng bagian atas dengan kecuraman lebih dari 35 derajat dan di beberapa lokasi longsoran juga memiliki tingkat kecuraman lebih dari 55 derajat.

Morfologi ini merupakan hasil proses vulkanisme Gunung Burangrang masa lalu yang kemudian mengalami proses eksogen oleh pelapukan, erosi, dan denudasi yang intensif.

Upaya pencarian korban di hari ketujuh

Desa Pasirlangu, Cisarua, Tim SAR Gabungan, Bandung, Jawa Barat, Balita Selamat dari Longsor Cisarua, Jadi Satu-satunya Anggota Keluarga yang Bertahan

Tim gabungan ketika melakukan pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).

Dilansir dari , Jumat, operasi pencarian korban longsor Cisarua memasuki hari ketujuh pada hari ini, dengan ketergantungan penuh pada kondisi cuaca.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Tim SAR Gabungan menambah dua unit alat berat guna membuka material longsoran yang menimbun sedikitnya 30 rumah di 3 kampung, yaitu Babakan, Pasirkuning, dan Pasirkuda.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI, Y. Bramantyo N, mengatakan seluruh personel telah dikonsolidasikan sejak pagi untuk memastikan kesiapan operasi di seluruh sektor pencarian.

Cuaca menjadi faktor krusial yang memengaruhi efektivitas pencarian setelah pada hari-hari sebelumnya hujan kerap menghambat pergerakan tim dan alat berat.

“Hari ini merupakan hari ketujuh pelaksanaan operasi penanganan longsor di Kecamatan Cisarua. Sejak pagi seluruh personel sudah kami konsolidasikan,” kata Bramantyo di lokasi.

Untuk mendukung operasi di lapangan, Basarnas mendatangkan dua unit ekskavator PC 200 yang akan digunakan untuk membuka dan menggeser material longsor di titik-titik yang dinilai strategis.

Tim SAR memperkirakan masih ada 25 korban yang tertimbun longsor Cisarua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang