Anak Gangguan Jiwa Diduga Ditembak Oknum Polisi di OKI, Ibu Cari Keadilan ke Polda Sumsel

Hartini (52), warga Dusun Tanah Lengket, Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendatangi Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mencari keadilan bagi putranya, Herman (22).
Herman, yang diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan, diduga menjadi korban penembakan oleh oknum anggota polisi berinisial Aiptu J yang bertugas di Polsek Cengal, Polres OKI.
Kasus ini telah dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumsel sejak Januari 2026.
Kronologi Kejadian
Pendamping hukum Hartini dari Kantor Advokat ISP Law Office & Partners, Ivan Saputra, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada 27 Oktober 2025. Saat itu, Herman membawa lari sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya dalam kondisi mesin menyala dan pintu terbuka.
"Karena ada gangguan kejiwaan, anak klien ini kemudian masuk ke dalam mobil dan membawa lari mobil tersebut. Pemilik mobil kemudian berkoordinasi dengan Polsek Cengal untuk melakukan penangkapan," ujar Ivan saat ditemui di Polda Sumsel, Senin (9/3/2026).
Herman sempat dihentikan dan menjadi sasaran amukan massa di kawasan SP I Sungai Menang. Meski mengalami luka akibat pengeroyokan yang viral di media sosial, keluarga memastikan bahwa saat itu tidak ada luka tembak pada tubuh Herman.
Luka Tembak Muncul Setelah 5 Hari Penahanan
Kejanggalan muncul ketika pihak keluarga menjenguk Herman setelah lima hari diamankan di Polsek Cengal. Keluarga mendapati adanya dua luka tembak pada bagian paha kanan Herman.
"Setelah lima hari diamankan di Polsek Cengal, kami datang dan ternyata ada dua luka tembak di paha kaki sebelah kanan. Bahkan saat kami datang, peluru masih bersarang di sana," ungkap Ivan.
Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga menempuh jalur hukum. Sementara itu, kasus dugaan pencurian mobil yang dilakukan Herman telah dihentikan (SP3) demi hukum, berdasarkan hasil observasi dari RSJ Ernaldi Bahar yang mengonfirmasi kondisi kejiwaan korban.
Tuntutan Keluarga dan Respons Polda Sumsel
Hartini, ibu korban, menyampaikan rasa sedihnya karena kini sang anak mengalami cacat permanen pada kakinya dan harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit. Ia berharap ada tindakan tegas terhadap pelaku.
"Harapan saya meminta hukum yang seadil-adilnya. Kalau bisa, pelaku yang menembak anak saya dipecat," tegas Hartini.
Pihak kuasa hukum juga telah mengirimkan surat permohonan atensi kepada Kapolda Sumsel dan jajaran terkait. Berdasarkan informasi dari Paminal, kasus ini dijadwalkan masuk ke persidangan disiplin pada April mendatang karena adanya dugaan pelanggaran oleh oknum anggota tersebut.
Terpisah, Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Azis Safiri, menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
"Baik, nanti saya cek dulu," ujar Raden singkat saat dikonfirmasi awak media.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Anaknya yang ODGJ Diduga Ditembak Oknum Polisi, Ibu Asal OKI Tuntut Keadilan ke Polda Sumsel
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang