Top 7+ Fakta di Balik Tragedi Dosen di Jambi Tewas Dibunuh Polisi, Hubungan Asmara Berujung Maut
- 1. Korban Dosen Keperawatan Ditemukan Tewas di Rumahnya
- 2. Pelaku Adalah Anggota Polisi Propam Polres Tebo
- 3. Motif Pembunuhan Diduga Karena Asmara dan Sakit Hati
- 4. Dugaan Pemerkosaan Sebelum Pembunuhan
- 5. Bripda Waldi Berusaha Hapus Jejak Kejahatan
- 6. Aksi Terbongkar karena Pesan dari Teman Korban
- 7. Polisi Temukan Mobil, Motor, dan Barang Berharga Korban

— Kasus pembunuhan dosen perempuan di Muaro Bungo, Jambi, yang diduga dilakukan oleh anggota Propam Polres Tebo berinisial Bripda Waldi (22), terus mengungkap fakta-fakta baru.
Korban diketahui bernama EY (37), seorang dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan di salah satu kampus.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan dekat. Dugaan kuat, motif pembunuhan berawal dari rasa sakit hati dan persoalan asmara.
“Untuk motif sementara yang bisa kami ungkapkan adalah asmara,” kata Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, Senin (3/11/2025).
Berikut 7 fakta terbaru kasus pembunuhan dosen di Jambi yang melibatkan oknum polisi Bripda Waldi.
1. Korban Dosen Keperawatan Ditemukan Tewas di Rumahnya
Korban EY (37) ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Perumahan Al Kausar, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Rekan kerja korban yang curiga karena EY tidak masuk mengajar selama dua hari dan tak merespons panggilan telepon mendatangi rumahnya.
Setelah pintu didobrak warga, korban ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dengan wajah tertutup bantal dan tubuh penuh luka lebam.
Hasil visum menunjukkan luka di wajah, leher, bahu, dan kepala belakang, menguatkan dugaan pembunuhan.
2. Pelaku Adalah Anggota Polisi Propam Polres Tebo
Polisi menetapkan Bripda Waldi, anggota Propam Polres Tebo, sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan dosen EY.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono membenarkan bahwa Waldi telah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Jadi pelaku ini ulet (kekeh), kita memang tidak mengejar pengakuannya, tetapi dia sangat ulet. Dengan rangkaian penyelidikan, akhirnya kita menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Natalena.
3. Motif Pembunuhan Diduga Karena Asmara dan Sakit Hati
Penyidikan mengungkap bahwa pelaku dan korban pernah menjalin hubungan asmara. Pelaku disebut marah karena korban menolak ajakan untuk kembali berpacaran.
Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham menuturkan, rasa sakit hati pelaku dipicu oleh ucapan korban di kamar sebelum kejadian.
“Motifnya adalah rasa sakit hati akibat penghinaan dan ejekan korban terhadap pelaku dengan kalimat kasar yang terjadi saat keduanya berada di kamar,” kata Ilham, Selasa (4/11/2025).
4. Dugaan Pemerkosaan Sebelum Pembunuhan
Selain dugaan pembunuhan, hasil visum juga menunjukkan adanya indikasi pemerkosaan terhadap korban.
Kapolres Natalena mengatakan, ditemukan sperma di celana korban, memperkuat dugaan tersebut.
“Diduga ada pemerkosaan karena ditemukan sperma di celana korban,” ujar Natalena.
5. Bripda Waldi Berusaha Hapus Jejak Kejahatan
Setelah menghabisi korban, pelaku berupaya menghapus jejak kejahatannya.
Menurut Kapolres, Waldi mengepel lantai lokasi kejadian untuk menghilangkan bekas darah dan sidik jari.
Selain itu, ia juga menggunakan rambut palsu (wig) agar tak dikenali kamera CCTV atau warga sekitar.
“Pelaku ini memakai wig, rambut palsu, untuk keluar masuk rumah. Ini untuk mengelabui CCTV dan warga,” jelas Natalena.
6. Aksi Terbongkar karena Pesan dari Teman Korban
Upaya pelaku menghapus jejak berakhir sia-sia. Aksinya terungkap ketika teman korban mengirim pesan ke ponsel EY, namun dibalas oleh pelaku.
Kecurigaan itu menjadi titik awal pengungkapan kasus.
“Ditelepon sudah tidak menjawab, kita lakukan pengembangan sehingga mengarah pada terduga pelaku,” ungkap Natalena.
7. Polisi Temukan Mobil, Motor, dan Barang Berharga Korban
Setelah penangkapan, polisi berhasil menemukan mobil Honda Jazz putih milik korban di wilayah Tebo, sekitar 300 meter dari kontrakan pelaku.
Sementara sepeda motor Honda PCX ditemukan di area parkir RSUD H. Hanafie Muaro Bungo.
“Barang bukti yang diamankan antara lain mobil Honda Jazz, motor PCX warna merah, serta handphone dan perhiasan milik korban,” kata Natalena.
Menurut Plt Kasi Humas Polres Bungo, Ipda Bambang, seluruh barang milik korban kini telah diamankan di Mapolres Bungo.
“Untuk barang milik korban semuanya sudah kita amankan,” kata Bambang, Senin (3/11/2025).
Kapolres Bungo menegaskan bahwa proses hukum terhadap anggota Polri yang terlibat pembunuhan ini dilakukan secara transparan tanpa ada perlakuan khusus.
Penyidik menjerat Bripda Waldi dengan pasal pembunuhan dan pencurian disertai kekerasan.
Sementara itu, hasil otopsi jenazah EY diperkirakan keluar dalam empat hari ke depan.
“Menunggu empat hari lagi maksimal hasil otopsinya,” ujar Natalena.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunJambi.com dengan judul Terekam CCTV! Ini Detik-detik Bripda Waldi 'Buang' Motor Dosen EY di Parkiran RSUD Bungo Jambi
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.