Kronologi Oknum ASN di Tuban Diduga Aniaya 4 Pegawai SPBU, Kasus Kini Ditangani Polisi

Seorang oknum ASN Kecamatan Parengan diduga terlibat kasus penganiayaan terhadap empat pegawai SPBU yang berlokasi di Jalan Cokrokusumo Parengan-Bojonegoro, Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Kasus terkait peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 18.24 WIB ini sedang ditangani oleh Polres Tuban setelah sebelumnya dilaporkan ke Polsek setempat.
Kronologi Kejadian Versi Korban
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam menjelaskan, insiden bermula ketika terduga pelaku berinisial J mendatangi SPBU untuk mengisi BBM jenis Pertamax.
Saat itu, J diketahui mengenakan kaos berwarna oranye dan mengendarai mobil hitam. Namun, dalam proses antrean pengisian BBM, emosi J diduga tersulut karena tidak sabar menunggu giliran.
“Diduga karena tidak sabar mengantri, terlapor kemudian melakukan pemukulan terhadap korban VPF,” ujarnya, Senin (9/2/2026), dilansir dari TribunJatim.
Korban pertama berinisial VPF (23), warga Kecamatan Soko, menjadi sasaran pemukulan awal.
Melihat tindakan kekerasan tersebut, saksi AN (32), warga Kecamatan Bagilan, berusaha melerai. Namun, upaya itu justru berujung AN ikut menjadi korban pemukulan di bagian perut dan wajah.
Tak lama berselang, saksi PS (48), warga Kecamatan Parengan, juga datang untuk menghentikan keributan. Namun, J kembali melayangkan pukulan hingga PS terjatuh dalam posisi terlentang.
Saksi lain, RW (48), warga Kecamatan Parengan, turut mencoba melerai. Sayangnya, RW juga tidak luput dari aksi pemukulan pada bagian wajah.
“Total ada empat korban dalam kejadian tersebut. Kronologis ini kami peroleh berdasarkan keterangan para saksi serta hasil rekaman CCTV di lokasi,” imbuh Bobby.
Penanganan Kasus oleh Polres Tuban
Bobby menambahkan, perkara dugaan penganiayaan ini telah resmi dilimpahkan ke Polres Tuban dan akan segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Kami akan melakukan penyitaan barang bukti serta memproses perkara ini sesuai dengan SOP yang berlaku,” bebernya.
Terkait kondisi korban, pihak kepolisian memastikan seluruh korban telah menjalani pemeriksaan medis awal dan visum et repertum.
“Alhamdulillah, para korban saat ini masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
Kronologi Kejadian Versi Terduga Pelaku
Camat Parengan, Darmadin Noor membenarkan bahwa terduga pelaku berinisial J merupakan ASN yang bertugas sebagai staf di Kecamatan Parengan.
Ia juga menyampaikan bahwa selama ini J dikenal berperilaku baik dan tidak pernah memiliki catatan pelanggaran kedisiplinan di lingkungan kerja.
“Orangnya selama ini baik-baik saja, tidak ada masalah, dan tidak dalam kondisi mabuk,” katanya.
Antrean Diserobot Jadi Pemicu Emosi
Berdasarkan keterangan yang diterima Darmadin dari J, saat kejadian terduga pelaku sedang memiliki urusan bersama bendahara kecamatan.
Menurut pengakuan J, insiden bermula karena antrean pengisian BBM diduga diserobot oleh pembeli lain, sementara dirinya belum juga dilayani oleh petugas SPBU.
Kondisi tersebut disebut memicu emosi hingga berujung pada tindakan penganiayaan.
“Dari cerita yang saya dapat, antriannya diserobot. Lalu emosi dan terjadilah penganiayaan,” bebernya.
Proses Hukum Tetap Berjalan, Buka Ruang Mediasi
Meski demikian, Darmadin menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk sanksi kepegawaian, pihak kecamatan menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban.
“Kami tetap berproses. Soal sanksi ada di BKPSDM, dan kami juga menunggu hasil proses kepolisian untuk menentukan siapa yang bersalah,” ucapnya.
Namun, pihak kecamatan juga membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan guna mencegah konflik berkepanjangan.
“Kami mengutamakan mediasi agar setelah masalah ini selesai tidak ada dendam di antara pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Tak Sabar Antre BBM, Oknum Staf Kecamatan di Tuban Diduga Pukul 4 Pegawai SPBU" dan "Camat Angkat Bicara soal Staf Kecamatan di Tuban Aniaya 4 Pegawai SPBU karena Antrean Diserobot"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang