Heboh Oknum TNI Diduga Selingkuh dengan Bhayangkari di Kendari, Denpom Turun Tangan
Dugaan perselingkuhan yang menyeret oknum prajurit TNI dengan seorang Bhayangkari di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berbuntut panjang.
Kasus yang sempat viral di media sosial itu kini resmi ditangani Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari. TNI Angkatan Darat pun angkat bicara. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan prajurit, termasuk yang berkaitan dengan norma dan disiplin.
”Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum prajurit TNI AD di Kota Kendari, kami sampaikan bahwa TNI AD telah menerima informasi tersebut dan saat ini sedang melakukan pendalaman melalui unsur Polisi Militer,” tuturnya kepada wartawan, Senin, 20 April 2026.
Ia mengungkapkan, dari informasi awal, peristiwa yang viral tersebut memang benar terjadi. Seorang prajurit berinisial Pratu DC dari satuan Kodim 1430/Konawe Utara telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan.
”Perlu digarisbawahi bahwa peristiwa ini merupakan persoalan pribadi yang bersangkutan dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas kedinasan,” katanya.
Saat ini, kata dia, proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi dan fakta yang terjadi. Ia memastikan proses dilakukan secara objektif dan profesional sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak menggeneralisasi tindakan oknum prajurit sebagai gambaran institusi, karena TNI AD secara konsisten berkomitmen menjaga profesionalitas, integritas, dan kehormatan setiap prajuritnya,” ujar dia.
Adapun peristiwa ini viral di media sosial pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam video itu, tampak seorang perempuan dibawa keluar dari kamar penginapan.
Berdasar informasi dari akun Instagram @infokomando.official, perempuan tersebut diduga merupakan seorang Bhayangkari yang kepergok bersama oknum prajurit TNI. Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat malam, 17 April 2026, di wilayah Kota Kendari.