Dibuka Menghijau, IHSG Coba Menguat Seiring Tren Bursa Asia dan Wall Street
IHSG dibuka menguat 25 poin atau 0,31 persen di level 8.392 pada pembukaan perdagangan Rabu, 12 November 2025.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG coba kembali menguat pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi mencoba menguat kembali hari ini seiring dengan pergerakan bursa AS," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 12 November 2025.
Penutupan IHSG
Bursa Asia beragam pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,14 persen dan Topix menguat 0,13 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,81 persen, dan Taiex Taiwan melemah 0,30 persen.
Kospi Korea Selatan menguat 0,81 persen, ASX 200 Australia turun 0,19 persen, Straits Times Singapura naik 1,20 persen, dan FTSE Malaysia naik 0,46 persen.
Pergerakaan Bursa Asia tersebut seiring kenaikan saham pada Wall Street. Kenaikan saham di AS terjadi setelah Gedung Putih menyatakan dukungan terhadap kesepakatan bipartisan untuk mengakhiri penutupan pemerintah, yang memungkinkan pemerintahan dibuka kembali dalam beberapa hari.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, juga mengusulkan ide untuk membayar tarif dividen sebesar US$2.000 kepada warga AS.
Sementara di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menggunakan paket stimulus pertama untuk menghidupkan kembali perekonomian, dan memulai strategi pertumbuhan baru melalui investasi di industri utama.
Aset-aset India juga akan menjadi fokus karena Trump mengindikasikan akan mengurangi tarif barang-barang India pada satu titik dan bahwa kesepakatan dagang antara AS-India.
"Support IHSG berada di level 8.320-8.350 sementara resist IHSG di rentang 8.380-8.450," ujarnya.